Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Arah Kiblat Indonesia Berkisar 290-295 Derajat

with 6 comments

Perubahan arah kiblat sempat menjadi berita yang ramai dibahas di layar kaca. Perubahan ini kontan mempengaruhi ibadah sholat bagi kaum muslim. Banyak masjid-masjid yang mulai merubah arah kiblatnya dengan mengatur posisi sajadah, membuat garis bantu baru, dan lain-lain. Untuk menentukan arah kiblat ini pun bisa dilakukan dengan berbagai cara, dari yang sederhana hingga cara yang rumit. Cara yang paling mudah adalah dengan membuka situs www.qiblalocator.com. Dalam artikel kali ini, akan dirangkum mengenai arah kilat di beberapa kota di Indonesia. Artikel saya dapatkan dari situs resmi ITB. Semoga beranfaat…

Arah kiblat di Indonesia berkisar antara 290 dan 295 derajat sesuai dengan letak tiap lokasi daerah. Penentuan arah itu secara sederhana bisa dilakukan lewat internet dan kompas.

Menurut dosen Teknik Geodesi Institut Teknologi Bandung, Hasanuddin Zainal Abidin, ada berbagai cara menentukan arah kiblat, mulai yang sederhana hingga rumit. Cara sederhana bisa dipakai orang saat melaksanakan salat, sedangkan penghitungan yang rumit digunakan ketika menentukan kiblat pada awal pendirian masjid.

Masyarakat dapat mengakses situs http://www.qiblalocator.com untuk menentukan arah ketika hendak salat. Di kotak lokasi pencariannya, pengguna tinggal mengetikkan nama kota atau daerah. Selanjutnya sebuah garis merah lurus yang menghubungkannya dengan Baitullah Ka’bah akan muncul bersama informasi jarak dan lokasi derajat di bagian bawah gambar peta.

Di Pulau Sumatera, mulai Sabang, Aceh, Padang, dan Bandar Lampung, arah kiblat berkisar pada 291-295 derajat. Di ibukota provinsi di Pulau Jawa, arah salat berasa pada angka 294 dan 295 derajat. ”Selisih satu derajat tidak ada artinya buat orang salat, tapi untuk kiblat masjid yang baru dibangun harus tepat sampai menit dan detiknya,” kata Wakil Rektor ITB Bidang Komunikasi dan Informasi kepada Tempo di kantornya kemarin.

Angka derajat tersebut selanjutnya disamakan dengan kompas digital di lapangan. Jika pengukur masih memakai kompas analog, posisinya berarti sedikit di atas titik barat, yang berangka 270 derajat dari titik utara, ”Arahnya di antara kuadran barat dan barat laut,” katanya.

Sedangkan untuk penentuan arah kiblat pada masjid yang baru dibangun, tim dosen Geodesi biasanya memakai alat global positioning system, alat pengukur sudut theodolite, dan perangkat lunak penghitung arah. Memakai dua patok, arah kiblat bisa ditarik dengan garis lurus. ”Cara ini sudah kami pakai di lima masjid di Jawa Barat,” ujarnya.

sumber : www.itb.ac.id

About these ads

Written by susiloadysaputro

25 Juli 2010 pada 6:23 PM

6 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. lumayan nih, bisa buat memastikan arah kiblat yang bener.

    tapi ada satu yang harus di pertanyakan. qiblalocator kan memanfaatkan google maps,
    nah google maps sendiri mengikuti bentuk permukaan bumi yang paling sekarang apa ngga?

    wegaclubban

    25 Juli 2010 at 10:29 PM

  2. thanks infonya… ini kunjungan balik dari saya :)

    dismas not dimas

    26 Juli 2010 at 4:32 PM

  3. nambah ilmu nih… txs

    dewita

    7 Mei 2011 at 11:56 AM

  4. mantab infonya…

    Berkisar

    7 Mei 2011 at 12:00 PM


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: