Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Siapa Pencipta Lagu Genderang UI?? Ada yang tahu?? Fakta yang banyak terabaikan

with 4 comments

Postingan ini sebenarnya terjadi dengan tidak sengaja,.Pada awalnya saya hanya ingin men-share lirik lagu Genderang UI dan mencantumkan link downloadnya, tetapi tiba-tiba rasa penasaran muncul untuk membahas lebih dalam  lagu yang pernah dinyanyikan oleh seluruh mahasiswa UI dari generasi ke generasi ini. Sebuah  tulisan apik saya temukan di bahan diskusi facebook seorang alumni FKUI. Setelah membacanya, saya baru sadar akan pentingnya topik yang coba disampaikan dalam tulisan tersebut.  Singkat cerita, tulisan ini membahas mengenai sejarah dibuatnya lagu Genderang UI dan perubahan-perubahan yang pernah terjadi pada liriknya,,

Beginilah kutipan tulisan seorang alumni UI yang peduli terhadap salah satu peninggalan kesenian civitas akademika Universitas Indonesia :

Sekretariat Genderang UI!
Siapa mahasiswa dan alumni UI yang tidak pernah menyanyikan mars wajib ini semasa kuliah di kampus? Hampir di setiap kegiatan resmi mahasiswa dan universitas di kampus, mars Genderang UI selalu dinyanyikan dan diperdengarkan.
Tetapi pernahkah kepada mahasiswa UI diceritakan tentang sejarah pembuatan dan siapa pencipta mars yang bersemangat ini? Kebanyakan diantara kita tidak peduli dan tidak tertarik untuk mengetahui. Bahkan situs resmi UI di Internet tidak memuat informasi apapun mengenai penciptaan lagu Genderang UI ini. Mungkin kebanyakan kita merasa hal ini bukanlah hal penting karena mengetahui sejarah lagu tidaklah persoalan substansial. Tokh itu sudah merupakan masa lalu.

Nah itulah yang membuat hati saya menjadi miris. Saya teringat ketika masih kuliah di penghujung tahun 1970-an, salah seorang rekan aktivis kampus mengomentari prakarsa senat mahasiswa yang akan mengadakan pameran buku untuk memperingati hari lahirnya Bung Hatta dengan ucapan sarkastis, ”Bung Hatta memang pahlawan, pada jamannya. Tapi kini jaman kan sudah berubah.”
Saya jadi kepikiran lebih jauh. Wah, jangan-jangan persepsi bahwa bangsa ini tidak menghargai sejarah memang telah mendarah daging ke semua lini. Jangan-jangan tidak harmonisnya hubungan para pemimpin di negeri ini dengan generasi yang terdahulu juga disebabkan oleh merosotnya penghargaan terhadap para seniornya. Entahlah . . .

Kembali ke topik Genderang UI. Karena ingin tahu tentang pencipta lagu tersebut, saya coba googling dengan keyword “genderang UI” dan “pencipta”. Hasilnya hampir nihil, kecuali ada satu hit yang mengena. Satu blog mahasiswa FKUI ada mengupas tentang lirik lagu Genderang UI versi asli yang memuat kata-kata “buku, pesta dan cinta”sekaligus menulis nama Husseyn Umar sebagai penciptanya. Cuma, kalimatnya lebih bernada pertanyaan yang meminta klarifikasi. Namun bagi saya hal ini merupakan titik awal yang bagus untuk menelusuri lebih jauh. Beberapa teman saya coba kontak, termasuk kolega senior saya, dr. Doddy Partomihardjo, ketua ILUNI-FK. Beliau mengatakan kira-kira seperti ini:

”Ketika saya mengikuti masa perploncoan di FKUI tahun 1961, saya masih menyanyikan mars Genderang UI yang ada lirik ‘buku, pesta dan cinta’. Ketika itu Ketua Senat Mahasiswa FKUI adalah sdr Kartono Mohammad.
Seingat saya, lirik itu diubah sekitar th 1964 karena ketika kami menghadiri Hari Sarjana UI di Istora pada tahun 1963 dimana Fak Pertanian UI Bogor terakhir bersama UI, kami masih bernyanyi:

Bogor, Bandung Jakarta
pusat ilmu budaya bangsa

Sesudah Bogor dan Bandung melepaskan diri dari UI, seingat saya pada waktu itulah lirik ‘buku, pesta dan cinta’ pun dihapuskan. Suasana waktu itu sedang berwajah revolusioner sehingga kata-kata ‘buku, pesta dan cinta’ itu ditabukan, konon dilakukan karena permintaan Bung karno.”

Sayangnya dr. Doddy tidak bisa memastikan apakah benar bapak Husseyn Umar yang alumnus FHUI itulah sang pencipta lagu Genderang UI, sehingga saya lalu mencoba melacak via jalur lain, yaitu alumni Fakultas Hukum. Singkat cerita, saya berhasil memperoleh kontak dan bertemu dengan bapak Husseyn Umar berkat bantuan mas Otta (Mas Achmad Sentosa, eks ketua ILUNI-FH).

Ditemui di kantor beliau yang berada di ketinggian (lantai 24 gedung Graha Niaga, jl. Jend. Sudirman Jakarta), saya memperoleh penjelasan dari pak Husseyn sekitar latar belakang lahirnya mars Genderang UI. Usia kami yang terpaut 24 tahun tidak menjadi penghalang untuk terjadinya diskusi yang akrab karena sambutan beliau begitu ramah dan hangat.

Husseyn Umar masuk UI tahun 1952 dan menyelesaikan kuliahnya tahun 1957. Selama kuliah beliau aktif di kegiatan organisasi kemahasiswaan bersama tokoh-tokoh seperti Emil Salim, Nugroho Notosusanto, Alwi Dahlan, Wisaksono Nuradi.

Beliau menuturkan bahwa suasana dunia kemahasiswaan saat itu sangat didominasi oleh peranan organisasi extra universiter. Pada masa itu kegiatan mahasiswa umumnya didominir oleh kegiatan – kegiatan ekstra- universiter oleh organ-organ mahasiswa seperti GMD, IMADA, GMNI, GMKI, Ta hsueh Hsioh dll.
Untuk mengimbangi kehidupan kampus ekstra-universiter di Indonesia, Prof. Bahder Djohan selaku Presiden UI (kini Rektor UI) mendukung diterapkannya konsep kehidupan intra-universitas (melalui Dewan Mahasiswa). Ini tidak hanya ditujukan kepada kegiatan-kegiatan kemahasiswaan belaka, tetapi juga kepada universitas sebagai institusi. Pada saat itu mahasiswa sudah mulai mengkritisi soal pengelolaan dana kesejahteraan mahasiswa dan menghendaki adanya organisasi universitas yang tertib dan bersih. Bahkan selain menuntut otonomi universitas agar birokrasi Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan (PP&K) tidak merugikan perkembangan universitas sebagai institusi ilmu, mereka kemudian juga menentang tindak kekerasan terhadap pergolakan di daerah.

Dalam konteks ini, di tahun 1957 Prof. Bahder Djohan memprakarsai upaya pembuatan mars mahasiswa UI untuk membangkitkan semangat mahasiswa untuk membangun kegiatan intra-universiter sekaligus membantu membangun fungsi perguruan tinggi. Husseyn Umar yang ditugaskan untuk membuat lirik mars Genderang Mahasiswa UI (kini namanya disingkat menjadi Genderang UI) berkonsultasi dengan ibu dr. Siwabessy. Tetapi karena lama sekali responsenya sementara Dies Natalis 1957 sudah semakin mendekat, maka dicarilah seseorang untuk membuatkan partitur dari lirik Genderang Mahasiswa UI. Dalam situasi kepepet itu akhirnya pilihan jatuh kepada Godfried Sitompul, seorang mahasiswa Teologi di Pegangsaan Timur (Cikini).
Dengan demikian lahirlah mars wajib mahasiswa UI yang berisikan kata-kata “….Buku, pesta dan cinta adalah hidup mahasiswa…”, yang merupakan semboyan atau kata-kata bersayap yang sangat populer dikalangan mahasiswa pada masa itu.

Universitas Indonesia
Universitas Kami
Bogor Bandung Jakarta
Pusat Ilmu Budaya Bangsa

Kami Mahasiswa
Perlambang Cita
Ngejar Ilmu Pekerti Luhur
Tuk Nusa dan Bangsa

S’mangat Lincah Gembira
Buku Pesta dan Cinta
Itulah Hidup Kami
Mahasiswa….

Ketika saya menanyakan kepada pak Husseyn, mengapa memilih kata-kata Buku Pesta dan Cinta, pak Husseyn menjawab singkat.

”Buku, pesta dan cinta sebetulnya tidak asing bagi aktivis mahasiswa sejak dulu. Hari-hari mereka selalu diisi dengan diskusi. Buku menjadi teman pribadi yang tidak pernah lepas dari genggaman tangan dan fikiran. Dengan buku, kita bisa menguasai ilmu dan juga menguasai dunia. Mahasiswa sebagai makhluk hidup, disamping kegiatan kuliah, juga tidak lepas dari pesta, namun pestanya bukanlah pesta hura-hura ataupun pesta hedonis. Pesta-pestanya selalu dihidupi dengan diskusi dua arah untuk menghasilkan solusi dan makna yang terarah.
Manusia tentunya juga tidak bisa lepas dari kebutuhan cinta. Dalam hal kehidupan seorang aktivis tempo doeloe dan mungkin juga dewasa ini, “buku, pesta dan cinta” sudah menjadi bagian kehidupannya. Tanpa buku mereka akan merasa kehausan, tanpa pesta mereka tidak akan menemukan solusi, dan tanpa cinta hidupnya serasa tidak berarti.

Itulah sekilas tentang kelahiran mars Genderang UI sebagaimana penuturan bapak Husseyn Umar, alumnus FHUI yang pernah menangani Bidang Kesenian Dewan Mahasiswa UI di era Emil Salim, mantan Direktur Utama PT PELNI yang kini menjadi Partner di kantor Hukum ABNR Jakarta dan anggota pengurus Yayasan Dokumentasi Sastra HB. Jassin.
Semoga uraian singkat ini ada manfaatnya bagi generasi dan angkatan muda alumni UI.

(Aswil Nazir – Ciputat, 14 September 2009)

Adapun lirik dari lagu Genderang UI yang dipakai sekarang tidak jauh berbeda dari lirik “aslinya” dan hanya ada beberapa perubahan. Lirik lagu Genderang UI tersebut  adalah sebagai berikut :

Universitas Indonesia universitas kami
Ibukota negara pusat ilmu budaya bangsa
Kami mahasiswa pengabdi cita
Ngejar ilmu pekerti luhur tuk nusa dan bangsa

Semangat lincah gembira
Sadar bertugas mulia
Berbakti dalam karya
Mahasiswa

Universitas Indonesia perlambang cita
Berdasarkan pancasila dasar negara
Kobarkan semangat kita demi ampera

Untuk temen-temen yang ingin mendengarkan lagu Genderang UI ini, dapat di download disini.

Nah itulah sejarah dan pernak pernik dari lagu kebanggaan warga Universitas Indonesia. Semoga bisa menambah wawasan mengenai kampus tercinta dan bermanfaat bagi kita semua :)

sumber : http://www.facebook.com/topic.php?uid=232654638541&topic=12479

About these ads

Written by susiloadysaputro

25 Juli 2010 at 7:58 PM

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. smangat lincah gembira
    sekarang mwnggantikan buku pesta dan cinta

    wegaclubban

    25 Juli 2010 at 10:12 PM

  2. Wah panjang sekali artikelnya.hhe salam kenal mas

    Naufal agam

    27 Juli 2010 at 7:29 AM

  3. makasi buat kunjungannya ya…salam kenal juga :)

    susiloadysaputro

    27 Juli 2010 at 12:41 PM


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: