Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Ujian Masuk (UM) vs SNMPTN

with 4 comments

Setelah membaca salah satu media massa kemarin ( 11 Feb 2010), aku mendapat kasus yang cukup menarik untuk dibahas bersama. Kasusnya mengenai bayaknya Ujian Masuk (UM) yang diselenggarakan oleh Perguruan Negeri (PT). Memang mulai beberapa tahun terakhir muncul trend kalau setiap Perguruan Tinggi (PT) mempunyai ujian masuk masing-masing. Tidak sedikit pula PT yang mempunyai jalur masuk lebih dari satu. Bisa dibayangan begitu bayaknya UM bila setiap PT menyelenggarakan paling tidak satu Ujian Masuk. Hal itu dikeluhkan oleh kebayakan siswa dan orang tua siswa yang menganggap ribet dengan UM yang begitu banyak itu. Dipikir-pikir bener juga..iya ga??? Apalagi biaya pendaftarannya sangat bervariasi dari 200 ribu – 900 ribu. Dengan banyaknya ujian dan harga “tiket”nya yang cukup mahal, dikhawatirkan akan  membebani orang tua siswa yang pas-pasan ekonominya dan akan mengurangi kesempatan siswa yang kurang mampu untuk melanjutkan sekolah. Adil kah hanya karena biaya, seorang siswa kehilangan haknya untuk sekolah?

Selain masalah biaya itu, pihak Dinas Pendidikan menyayangkan mengenai  Ujian Masuk yang dilaksanakan sebelum Ujian Nasional (UN). Hal itu pasti akan memecah konsentrasi siswa dalam menghadapi Ujian Nasional. Memang untuk saat ini, mau tidak mau para siswa harus pandai-pandai menentukan skala prioritas antara UN dan UM agar keduanya tidak saling menggangu. Lagian dalam kondisi seperti ini, apabila semua UM “dipaksa” untuk dilaksanakan setelah UN, apakah tidak akan saling bentrok???atau pun jeda waktunya antara UM satu dengan UM yang lain akan tidak terlalu singkat?? Dilihat apabila jumlah UM yang sangat banyak dengan waktu yang sangat singkat ( april – juli ),hal itu mungkin akan semakin membingungkan siswa dalam memilih PT dan pastinya akan menguras banyak pikiran dan tenaga siswa.

Nah untuk menghadapi hal tersebut, Dinas Pendidikan merekomendasikan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yaitu Ujian Masuk seluruh PT di Indonesia. Dengan harga yang relatif murah (2009 : 100ribu), para siswa dapat memilih seluruh PT yang diinginkan (biasanya max 3). Hal itu dianggap akan sangat mengurangi beban siswa  dari faktor biaya dan waktu. Yaap…memang benar, benar sekali. Tetapi dengan melihat kondisi saat ini, yaitu SNMPTN cuma diadakan sekali dalam setahun, apakah tidak akan mengurangi kesempatan siswa dan semakin menekan siswa (dengan alih-alih bila tidak diterima berarti nganggur setahun karena tidak ada UM lain)?? Misalkan ada siswa yang belum diterima pada semua pilihan PT-nya saat SNMPTN, apakah siswa itu harus menunggu setahun lagi untuk sekolah??

Memang banyaknya UM terkesan sangat ribet dan mahal, tapi paling tidak hal itu akan meningkatkan kesempatan siswa untuk mendaftar perguruan tinggi. Dan SNMPTN yang sangat murah dan cukup efisien, di lain pihak akan mengurangi kesempatan siswa untuk diterima di PT.

Tetapi apakah para siswa tidak bisa mendapatkan UM yang murah tetapi tetap tidak mengurangi kesempatan mereka untuk diterima di Perguruan Tinggi ??

Menurut pandangan saya, memang konsep SNMPTN yang ada saat ini cukup baik, tetapi kalau diadakan lebih dari satu kali dalam setahun, missal dua atau tiga kali, pasti akan  sangat membantu para siswa. Jadi seluruh UM dilebur menjadi tiga kali SNMPTN.

Tapi, apakah semua Perguruan Tinggi akan mau menerima????

Atau ada yang punya saran lain???

Written by susiloadysaputro

12 Februari 2010 pada 11:36 AM

Ditulis dalam opini, pendidikan

Tagged with , , , , , , , , , , , ,

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Saya seorang pelajar SMA. Tahun depan saya akan menempuh tahun terakhir di SMA. Di samping berbagai ujian masuk yang membingungkan, saya masih bingung dengan sistem pendidikan dari sma ke perguruan tinggi di Indonesia. Bisakah saya mendapat informasi tentang sistem pemilihan jurusan karena sma di indonesia sudah memiliki jurusan (ipa, ips, bahasa)? Bagaimana jika saya ingin mengambil kuliah di 2 bidang yang berbeda? Terima kasih.

    isna masyithoh

    4 Maret 2010 at 5:55 AM

    • maf isna..baru bisa reply comentnya…memang di SMA kita udah dijuruskan sesuai minat masing2, atau krna nilai, trgantung sistem sekolah masing2..
      tapi untuk kuliah nanti kita dikasi kebebasan untuk milih jurusan IPA atau IPS. Yang q tanya, maksudnya 2 kuliah yang beda???atau maksudnya pilihan jurusan saat pendaftaran PTN???

      qt sekali lagi diberi kebebasan, anak IPA bisa ambil kuliah rumpun IPS, anak IPS juga bisa ambil rumpun IPA. Kalo kaya gt biasanya ambil jalur IPC ( pas ujian ada soal IPA dan IPS). Oiya sebelumnya q jelasin dulu kalo pendaftaran itu biasanya ada 3 jenis:
      1. IPA = untuk anak IPA yang kuliahnya ambil rumpun IPA .(cuma soal IPA tesnya)
      2. IPS = untuk anak IPS yang kuliahnya ambil rumpun IPS. ( cuma soal IPS tesnya)
      3. IPC = untuk anak IPA yang kuliahnya ambil rumpun IPS, atau sebaliknya. (tesnya ada soal IPA & IPS)

      kalo ada yang masih perlu ditanyakan, coment aja disini..oke??semoga bisa membantu..

      susiloadysaputro

      5 Maret 2010 at 9:30 AM

      • Berarti boleh donkk siswa yang jurusannya ips waktu SMA mendaftar SNMPTN dngn kategori IPC…??

        Bilal

        24 Mei 2012 at 11:38 AM

      • boleh sekali😀

        susiloadysaputro

        15 Juni 2012 at 2:34 PM


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: