Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

modulkuliah.mp3

with 3 comments

Adakah yang belum pernah mendengarkan musik dari mp3 player atau jenis audio player yang lain? Sepertinya, audio player semacam mp3 player, handphone, radio, tape, i-phod menjadi barang yang selalu melekat dalam kehidupan kita. Kemana pun dan kapan pun kita pergi, bisa dipastikan kita selalu membawa alat pemutar “suara” tersebut.  Kebanyakan dari mereka mengganggap, memutar musik melalui alat-alat tersebut merupakan hal yang simple, mudah dan menyenangkan. Kemudian bagaimana kalau perangkat-perangkat audio player tersebut kita jadikan sarana belajar?

Sebuah ide kreatif terlintas ketika melihat banyak orang yang menggunakan alat pemutar musik untuk menemani aktivitas mereka, entah itu di dalam bus, jalan, pasar, kelas, dimana pun, sambil makan, membaca buku, atau sekedar pergi ke rumah tetangga, sepasang headset dan mp3 player tidak pernah  lepas dari genggaman. Ide dasarnya yaitu mengganti musik dengan modul kuliah sebagai objek yang didengarkan. Kita menyebutnya dengan istilah “modulkuliah.mp3”.

Disadari atau tidak, seseorang dapat dengan mudah menghafal sebuah lagu yang asing bagi mereka dengan sering mendengarkannya melalui audio player, bagaimana jika yang didengarkan adalah modul kuliah, dengan seringnya kita mendengarkan modul kuliah melalui audio player, diharapkan dapat memudahkan kita dalam mempelajari suatu mata kuliah. Kebanyakan modul kuliah yang ada hanya terdapat dalam bentuk buku cetakan, e-book, ataupun slide presentasi. Memang dengan adanya e-book yang sedang banyak dikembangkan, dapat mempermudah  dalam proses belajar, kita tidak lagi harus membawa buku yang begitu tebal, apalagi jika ada banyak buku yang perlu dibawa, sekarang kita cukup membawa media penyimpanan seperti flashdisk atau CD yang didalamnya mungkin terdapat puluhan judul buku. Adapun kendalanya, media belajar tersebut tidak bisa diakses disetiap tempat, selain itu juga diperlukan notebook atau laptop yang harganya cukup mahal untuk mengakses e-book. Beda halnya jika kita meng-audio-kan modul kuliah, cukup dengan mp3 player sederhana yang tentunya harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan sebuah notebook, kita dapat mengakses media belajar berbentuk suara tersebut. Dengan “modul kuliah.mp3” ini kita dapat belajar tanpa dibatasi oleh tempat dan situasi. Sebagai contoh, pada saat dalam perjalanan dengan bus kita bisa sekaligus belajar melalui mp3 player walaupun kita sedang berdesak-desakan, seorang mahasiswi fakultas hukum dapat menghafalkan Undang-undang sekaligus memasak, mahasiswa FISIP bisa belajar budaya politik Indonesia sekaligus mencuci dan menjemur pakaian, semua dilakukan hanya dengan mp3 player atau sejenisnya. Hal seperti itu tentunya tidak bisa dilakukan apabila menggunakan buku cetakan atau e-book. Bukankah dengan “modulkuliah.mp3” ini belajar menjadi lebih simple dan menyenangkan? Namun telah disadari sebelumnya bahwa tidak semua mata kuliah dapat dipelajari dengan media audio seperti ini, metode ini jauh lebih tepat bila digunakan dalam mata kuliah dengan basic ilmu sosial. Metode ini juga tidak tertutup dalam dunia perkuliahan saja, tetapi bisa digunakan pada jenjang pendidikan mana pun.

Bagaimana cara mengembangkannya? Disinilah peran industri kreatif pemuda yang setiap hari bergelut dengan teknologi informasi. Diperlukan kemauan pemuda dalam mengembangkan setiap potensi yang dimiliki untuk mempermudah proses balajar mengajar, tidak terkecuali “modulkuliah.mp3” ini sebagai salah satu bentuk kreatifitas pemuda. Dengan meng-audio-kan modul kuliah dan sejenisnya, diharapkan dapat membantu dan menyediakan pilihan sarana belajar bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia dalam menuntut ilmu untuk mendukung upaya memajukan bangsa. Kemudian, apalagi yang bisa  kalian audio-kan? Ditunggu  kreatifitas pemuda berikutnya.

Written by susiloadysaputro

29 April 2010 pada 10:22 AM

Ditulis dalam opini, pendidikan, Tips dan keilmuan

Tagged with , , ,

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. wah terimakasih bwt ide kreatifnya ya??
    sungguh suatu ide kecil namun sangat jarang terpikirkan oleh orang2 padahal manfaatnya cukup besar

    the last magician

    29 April 2010 at 10:34 AM

  2. wah, kedengarannya asik tuh. Kayak didongengin dong bro…🙂

    dismas not dimas

    6 Mei 2010 at 1:59 AM


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: