Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Apa yang Salah dengan Indonesia?

with 7 comments

Apa yang salah dengan Indonesia?

Mungkin beberapa orang mulai bingung dengan keadaan Indonesia saat ini. Apa sebenarnya yang telah terjadi di Indonesia. Pemerintahan yang carut marut, kemiskinan yang tiada berujung, pengangguran dimana-mana, harga sembako yang merangkak naik, tabung gas elpiji yang menjadi bom waktu, banyak lagi..Sudah setengah abad merdeka, kemajuan yang kita alami serasa jalan merangkak. Coba kita bandingkan dengan negara lain seperti Singapura yang baru merdeka setelah Indonesia merayakan HUT kemerdekaan yang ke-18.

Bila dilihat dari keadaan geografis, jelas kita menang. Siapa yang berani menyebut kalau kita negara miskin tambang??gak ada..hasil laut melimpah, hasil bumi meruah. Belum lagi dengan 200 juta penduduknya yang bisa menjadi tempat pasar yang sangat menjanjikan. Terus apa yang kurang dari Indonesia?

Dalam hati, saya mengira ada 3 faktor yang menyebabkan Indonesia seakan enggan melangkah maju..

1. Pemerintahan yang korup.

Ini mungkin merupakan masalah yang dihadapi oleh setiap negara, tapi di Indonesia sudah keterlaluan. Budaya Korupsi telah mendarah daging, mulai dari pejabat tinggi sampai perangkat desa. Entah budaya ini dibawa oleh siapa dulunya. Apakah memang warisan dari pemerintah Hindia Belanda yang telah mengenal korupsi, atau mulai didorong pada masa pemerintahan Orde Baru. Butuh tindakan tegas untuk menumpas kejahatan nomer wahid ini, Indonesia butuh pemimpin yang berintegritas, berani bertindak walaupun kepada kerabat dan tim suksesnya. Bila perlu, Indonesia butuh diktator untuk  membawa Indonesia pada jalurnya sebagai bangsa yang besar.

2. Pendidikan berupa pembusukan manusia.

Pendidikan Indonesia sadar tidak sadar telah banyak membunuh bakat generasi mudanya. Kita seakan disetir oleh akademik. Semua sekolah mementingkan bidang akademik semata, dan tidak mencoba untuk mengembangkan setiap bakat anak didiknya, apa pun itu. Mendapat nilai jelek dan peringkat terbawah di kelas, di cap bodoh, siapa yang akan maju bila selalu diperlakukan seperti itu. Sekolah untuk nilai. Kita tidak dipacu untuk berinovasi dan berimajinasi, semua saklek harus seperti dengan buku dan ilmu yang telah ada. Dibutuhkan seorang reformis pendidikan, menerima kekurangan anak didik di bidang akademik dengan mencoba selalu mengembangkan bakat si anak didik. Hargai setiap kemampuan anak, dan jangan pernah meremehkan seseorang.

3. Mental orang Indonesia, mental pekerja.

Memang benar anggapan Soekarno ketika awal-awal Indonesia merdeka, watak rakyatnya lah yang pertama kali harus diubah. Sudah 350 tahun Indonesia dijajah dan dipaksa jadi kuli, wajar Soekarno beranggapan watak Indonesia juga watak kuli. Buktinya, sekarang setiap orang bercita-cita untuk bekerja, tujuan mereka tidak lain mencari pekerjaan,  jarang yang berkeinginan untuk membuat lapangan kerja sendiri. Akibatnya, lapangan kerja terbatas dan pekerja melimpah, pengangguran terjadi. Kita harus belajar untuk mandiri, seperti yang telah diajarkan Rasulullah, berdagang. Produktif. Boleh bekerja dengan orang lain untuk mencari modal, tapi jangan pernah bunuh keinginan untuk membuat lapangan kerja sendiri.

Dalam artikel ini, bukan saya suka menyalah-nyalahkan apa yang telah ada. Saya hanya ingin mengingatkan saya pribadi dan temen-temen semua untuk berinstropeksi, inilah kita, inilah bangsa Indonesia saat ini. Sangat dibutuhkan peran kita generasi muda untuk memajukan bangsa. Kita harus berubah. Kita harus berkaca. Teruslah berkarya teman,apapun itu, berikan manfaat untuk orang banyak.

Ayo Bangkit Indonesiaku!!

Written by susiloadysaputro

5 Agustus 2010 pada 2:22 PM

7 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. untuk yang nomer tiga,

    mungkin di indonesia lebih banyak orang yang puas hanya menjadi pekerja daripada orang yang senang berinovasi dan terus berkembang.

    untuk perbandingan juga

    kalau kita lihat negara lain, misalnya Jepang, sebenarnya mental mereka juga mental pekerja. bahkan bagi orang jepang bekerja adalah suatu kewajiban bagi setiap laki-laki apapun pekerjaannya. jadi mereka sangat menghargai pekerjaan apapun itu walaupun jadi kuli.
    jadi apa yang salah dengan mental pekerja orang indonesia?

    wegaclubban

    7 Agustus 2010 at 1:49 AM

    • banyak orang indonesia yang tak sadar membunuh kreativitasnya…iya mereka bekerja, tapi tak menimbulkan perubahan dengan hal-hal baru,
      semoga anggapan saya ini salah..amiin

      mas..bubernya jadi dimana??hehe

      susiloadysaputro

      9 Agustus 2010 at 7:33 PM

    • Contoh mental pekerja… Orang jepang jadi pekerja, karena memulai usaha di Jepang sangat mahal, dan tidak mudah. Di Indonesia relatif lebih mudah, tapi gini deh, belum apa-apa, “what’s wrong?”.

      Fox

      7 Maret 2012 at 12:04 AM

  2. Yah memang demikian. Bagaimana kita mau mencintai negara kalau negara sendiri tidak mencintai kita dan bahkan mengakibatkan rakyatnya menderita.

    dismas not dimas

    10 Agustus 2010 at 3:48 AM

  3. bagaimana solusinya?
    pindah ke negeri tetangga? hehehe

    ayonda

    15 Agustus 2010 at 3:27 AM

    • yah,,itulah yg lagi banyak dibahas wacananya,,

      ga tau ni apa nantinya cuma skedar wacana kaya yg dulu2??

      susiloadysaputro

      15 Agustus 2010 at 7:02 AM

  4. Apa yang selama ini terjadi pada bangsa ini sangat mempengaruhi generasi penerusnya….selalu contoh yg tidak baik mereka terima…ya tuhan , rubahlah bangsa indonesia ini kepada keadaan yg baik, amiin

    Khusnul Arifin

    10 Januari 2012 at 2:33 AM


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: