Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Rakyat “diserang” dari dalam dan dari luar, mau “lawan” yang mana dulu??

with 11 comments

Sekarang ini, rakyat Indonesia bagaikan sedang diserang dari dua arah, dari dalam dan dari luar. Dari luar, tantangan datang dari negeri sebelah, negeri yang katanya saudara, satu rumpun dan satu budaya, Malaysia. Dan dari dalam, tidak lain tantangan dari wakil rakyat “yang terhormat”.

Setelah mengambil Sipadan dan Ligitan, mengklaim Tari Pendet dan lagu Rasa Sayange, perlakuan buruk terhadap  TKI Indonesia, kini tetangga kita yang satu ini mulai mengusik rumah tangga kita lagi. Ya temen-temen pasti tahu, petugas patroli laut kita ditangkap tentara Malaysia di rumah kita sendiri. Lagi-lagi Malaysia mengusik kedaulatan Indonesia, lebih-lebih kejadian itu bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Sontak kecaman keras pun datang dari berbagai pihak. Tua muda, kaya miskin, baik jahat, semua rakyat Indonesia seakan dibakar emosinya, nasionalisme pun mulai timbul, rasa ingin membela bangsanya memuncak kembali. Rakyat seakan tinggal menunggu komando dari pemerintah, siap perang, siap damai dengan jaminan pemerintah mampu menyelesaikan pelecehan kedaulatan ini. Tapi sekarang, pemimpin kita seakan melempem didepan petinggi kerajaan Malaysia. Padahal, Soekarno pernah berucap, bersedia berjuang segenap tumpah darah untuk kedaulatan Indonesia, berjuang untuk tanah Indonesia walaupun hanya sejengkal.

Belum kelar masalah penangkapan itu, muncul lagi berita mengenai lagu Indonesia Raya yang diobrak-abrik dan diplesetkan. Entah siapa yang melakukannya, kita pun belum tahu. Hati rakyat kembali dirobek-robek. Bagaimana tidak, Lagu kebesaran kita, lagu yang menandakan kita merdeka dan bangsa yang berdaulat, dibuat mainan seenak “udelnya” sendiri. Untuk masalah yang satu ini, kita perlu berhati-hati, karena mungkin ini hanya kerjaannya orang iseng yang ingin mengadu domba Indonesia-Malaysia.

Tetap seperti kata Mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas, bahwa kepentingan nasional tertinggi adalah perdamaian seperti yang diamatkan pembukaan UUD 1945. Coba kita tunggu bagaimana perjuangan diplomasi yang sedang dilakukan, jika dibutuhkan, rakyat siap berjuang.

Belum selesai masalah ini, ketika rakyat siap membela pemerintah, rakyat Indonesia malah mendapat “tinju bersih” dari pemerintahnya sendiri. Ya, program BURT DPR untuk membangun gedung baru anggoota DPR senilai 1,6 triliun membuat geram seluruh rakyat Indonesia. Ditengah kemiskinan yang masih melanda sebagian besar rakyat Indonesia, penggusuran dimana-mana, pengangguran melimpah, Bapak Ibu DPR malah dengan ringannya merencanakan pembangunan gadung super mewah tersebut. Dalih-dalih untuk meningkatkan kerja anggota DPR. Kalau memang sudah niat untuk membela kepentingan rakyat, mau di gedung mewah kek, di gubuk reot kek, pastinya anggota yang terhormat akan selalu bekerja dengan sebaik-sebaiknya. Gak perlu tuh pake diiming-imingi kantor baru segala. Rakyat Indonesia butuh keadilan. Seperti lagu Iwan Fals, wakil rakyat seharusnya merakyat. Rakyat makan singkong, wakil rakyat jangan makan keju, ikutlah makan singkong.

Alhasil rakyat dibuat bingung, mau membela kedaulatan Indonesia, tapi pemerintah sendiri tidak membela rakyat. Mau acuh terhadap pemerintah, tapi kedaulatan dicabik-cabik.

Kita suka perdamaian, tapi kita juga tidak suka diganggu. Kita mau berjuang, tapi kita juga perlu diperjuangkan kepentingannya.

Written by susiloadysaputro

3 September 2010 pada 8:00 AM

Ditulis dalam opini

Tagged with , , , ,

11 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kita lawan yang dari dalam dulu, jika rakyat dan pejabat kompak, pasti kita bisa melawan gangguan dari luar. Jika tidak begitu, bisa2 rakyat hancur, malah pemerintah kena suap langsung berhenti berjuang.

    Kelabang's Blog

    3 September 2010 at 1:06 PM

  2. wew,.. klo kayak gini kejadiannya,… wadoh ribet jg seh,.. yang mana ya,.. jd bingung tak berpenghujung,…

    Cara beli rumah

    6 September 2010 at 5:44 PM

  3. Setuju kelabang’s…. tapi sayangnya pejabatnya yang mlempem…sementara rakyat dibiarkan menjadi miskin dan terbodohkan karena para pejabat hanya mampu berdebat untuk mencari kebenarannya sendiri.
    Gak ada pilihan !

    sempulur

    7 September 2010 at 1:03 AM

  4. Jadi, klo dah begini rakyat mau ngadu sama siapa lagi?

    Lucky dc

    7 September 2010 at 1:53 PM

  5. Subhanallah………beautiful Posting, Met Idul Fitri, jangan lupa ikutan lomba postingan blog di web kami

    Pesona Muslim

    9 September 2010 at 11:23 AM

    • makasi banget ni buat kunjungannya…

      oke-oke,,insyaalloh kalo ada kesempatan, mau berpartisipasi..

      susiloadysaputro

      9 September 2010 at 5:35 PM

  6. Mungkin motivasi mereka untuk membangun gedung mewah supaya mereka bisa aman membuat sesuatu yang mereka temukan untuk mereka tambahkan ke dalam koleksi mereka – Sex Tape! Tapi biasanya mereka (bapak2 itu) siap menerima segala macam fasilitas termasuk ranjang kecuali KAMERA. A big bullshit I’ve ever heard!

    ImRoée

    9 September 2010 at 9:34 PM

  7. ya jika kita hidup di negara yang gampang melupakan sejarah heroic pahlawan2nya memang begini jadinya, entah itu pemerintah ataupun rakyatnya sebenarnya acuh terhadap rasa nasionalisme yang dulu bung karno koar koarkan, karena makan aja susah, cari rejeki di negeri sendiri makin susah, tak heran banyak masyarakat menjadi asing di negeri sendiri, meskipun rakyat terbakar emosinya namun itu hanya sesaat saja toh kemudian akn lupa. Semua tergantung pemimpinnya, kalo pemimpinnya bermental camat ya percuma rakyatnya bersungut2 toh nanti melempem lagi ketika rasa nasionalisme itu terbentur birokrasi dan konstitusi kita yang lembek. Akhirnya rakyat berada pada posisi ambivalent dimana kebinggungan akan dua skala prioritas antara rasa nasionalisme dan kebutuhan perut. Sory kalo ngawur. Salam

    d34nmu

    13 September 2010 at 3:00 PM

  8. ikut membaca…

    ●●●ЄЯШЇЙ●●●

    17 September 2010 at 7:24 PM

  9. satu hal rakyat Indonesia masih bersikap primitif salah satunya berantem antar kampung. sukses selalu bro, aja kelalen silaturahmine karo wong clacap

    bonds

    11 Oktober 2010 at 10:26 AM


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: