Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Posts Tagged ‘cerita

Cara Menjaga Gairah Menulis

with 2 comments

Temen-temen blogger,,

Berapa bulan ini saya gak keluarin satu tulisan pun. Rasanya semangat menulis mulai menghilang..Tolong bantu dooong…

Gimana ya caranya biar tetep semangat menulis??

 

Written by susiloadysaputro

3 Februari 2011 at 2:32 AM

Ditulis dalam motivasi, opini

Tagged with , ,

Hanya Iseng Semata

with 5 comments

Wow..akhir-akhir ini acara berita di tivi sibuk membahas masalah penggodokan RUU Keistimewaan Yogyakarta. Pagi tadi juga dibahas hal ini pada acara Atas Nama Rakyat yang ditayangkan di TVone. Sejujurnya saya orang yang gak tau sejarah dan ilmu hukum, jadi kalo mau mengkritisi secara ilmiah, ya ngawur itu namanya, tapi saya cuma nulis apa yang saya pikirkan sebagai orang awam.

Tadi pada acara tersebut, Mendagri sangat kekeh kalo pemerintah menginginkan gubernur Yogyakarta diangkat dengan pemilihan bukan penetapan yang selama ini berlaku. Tapi kita tau sendiri kan kalau kecaman banyak dari datang dari warga Ngayogyakarta Hadiningrat, sejarawan dan beberapa fraksi di DPR.

Dan muncul tadi pernyataan bahwa sebenarnya masalah ini pernah dibahas DPR periode sebelumnya dan hampir selesai, tapi periode baru ini malah pemerintah mengajukan “masalah” yang sama dan dibahas lagi tanpa melihat pembahasan yang sebelumnya. Trus yang dulu buat apa dong??hihi, aneh juga..

Ada lagi yang saya sedikit nyengir ndengernya, bahwa pemilihan tetep diajukan pemerintah, dan Mendagri memberikan contoh kondisi kalau nanti calonnya cuma satu yaitu Sultan, yauda Sultan yang jadi. Waduh, lha ya uda jelas walaupun nantinya ada pemilihan gubernur, masa iya abdi Ngayogyakarta Hadiningrat gak bakal milih Sultannya. Jadi buat apa juga sebenarnya ada pemilihan, namanya juga istimewa. Malahan kalo ada pemilihan, bisa jadi ladang tu buat nilep duit rakyat oleh beberapa oknum to??(hihihi, suudzon bgt!!)

Ni artikel ngawur dan tanpa dasar, cuma iseng-iseng nulis aja(jadi jangan dianggap serius ya..walaupun masalahnya serius,hahaha). Masing-masing orang pasti punya pendapat dan bebas berpendapat.

Written by susiloadysaputro

14 Desember 2010 at 3:13 AM

Ditulis dalam opini

Tagged with , , ,

Rakyat “diserang” dari dalam dan dari luar, mau “lawan” yang mana dulu??

with 11 comments

Sekarang ini, rakyat Indonesia bagaikan sedang diserang dari dua arah, dari dalam dan dari luar. Dari luar, tantangan datang dari negeri sebelah, negeri yang katanya saudara, satu rumpun dan satu budaya, Malaysia. Dan dari dalam, tidak lain tantangan dari wakil rakyat “yang terhormat”.

Setelah mengambil Sipadan dan Ligitan, mengklaim Tari Pendet dan lagu Rasa Sayange, perlakuan buruk terhadap  TKI Indonesia, kini tetangga kita yang satu ini mulai mengusik rumah tangga kita lagi. Ya temen-temen pasti tahu, petugas patroli laut kita ditangkap tentara Malaysia di rumah kita sendiri. Lagi-lagi Malaysia mengusik kedaulatan Indonesia, lebih-lebih kejadian itu bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Sontak kecaman keras pun datang dari berbagai pihak. Tua muda, kaya miskin, baik jahat, semua rakyat Indonesia seakan dibakar emosinya, nasionalisme pun mulai timbul, rasa ingin membela bangsanya memuncak kembali. Rakyat seakan tinggal menunggu komando dari pemerintah, siap perang, siap damai dengan jaminan pemerintah mampu menyelesaikan pelecehan kedaulatan ini. Tapi sekarang, pemimpin kita seakan melempem didepan petinggi kerajaan Malaysia. Padahal, Soekarno pernah berucap, bersedia berjuang segenap tumpah darah untuk kedaulatan Indonesia, berjuang untuk tanah Indonesia walaupun hanya sejengkal.

Belum kelar masalah penangkapan itu, muncul lagi berita mengenai lagu Indonesia Raya yang diobrak-abrik dan diplesetkan. Entah siapa yang melakukannya, kita pun belum tahu. Hati rakyat kembali dirobek-robek. Bagaimana tidak, Lagu kebesaran kita, lagu yang menandakan kita merdeka dan bangsa yang berdaulat, dibuat mainan seenak “udelnya” sendiri. Untuk masalah yang satu ini, kita perlu berhati-hati, karena mungkin ini hanya kerjaannya orang iseng yang ingin mengadu domba Indonesia-Malaysia.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

3 September 2010 at 8:00 AM

Ditulis dalam opini

Tagged with , , , ,

Anak 12 Tahun Mengguncang Sidang PBB

with 9 comments

Artikel ini saya ambil dari comstand.wordpress.com yang menurut saya mempunyai pesan moral yang sangat mulia. Semoga artikel ini bisa menyadarkan kita akan isu lingkungan yang coba penulis sampaikan. Judul asli artikel ini sebenarnya “Pidato Anak Kecil yang Mengguncang Sidang PBB” yang ditulis oleh Selvi Adelia pada 30 April 2010.

Artikel ini saya kopi dengan sedikit mengubah tampilan artikel yaitu penebalan pada teks pidato yang ada pada artikel ini. Semoga bermanfaat 🙂

Pidato anak kecil yang mengguncang sidang PBB

oleh Selvi Adelia pada 30 April 2010 jam 21:24

mungkin ada yg sudah baca,,,,,,,

Pidato anak kecil yang mengguncang sidang PBB
November 4, 2009 — tiftazani
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak” yg mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah” lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang” terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation)
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

16 Agustus 2010 at 11:51 AM

Hujan Darah di India,,Fress atau Basi??

with 9 comments

Ini artikel saya buat sebagai bentuk kebingungan saya akan berita di salah satu acara Infotainment. Sekitar 1-2 hari yang lalu, saya iseng-iseng melihat berita di infotainment. Ada berita yang menarik nih,,yaitu mengenai hujan darah di India.

Saya yang penasaran mengenai hal tersebut mencoba mencari informasinya di Internet ( Coba temen-temen cari di google dengan kata kunci ” hujan darah di India ). Ternyata….dari beberapa artikel yang membahas tentang hal yang diberitakan  tersebut, artikel tersebut  bertanggalkan 7 Desember 2009*, 15 Desember 2009*,  dan dari video *(Youtube) yang ditampilkan bertanggalkan 12 Agustus 2008. Disalah satu artikel disebutkan pula bahwa kejadian itu terjadi pada Juli-September 2001.

Belum puas mendapatkan informasi tersebut, kemudian saya coba mencari berita tersebut di Kaskus (hehe,maklum bukan Kaskusers, jadi ga pernah update ) sebagai salah satu komunitas terbesar di Indonesia dan menurut saya sangat update, dan artikel serupa ditemukan bertanggal 20 Agustus 2009.*

Apakah saya yang ketinggalan informasi??

Atau memang terjadi dua kali hujan darah, dulu dan sekarang??

Kalaupun itu berita lama, kenapa baru diberitakan sekarang??

Atau infotainment tersebut sudah kekurangan berita sehingga menampilkan berita lama??

Bingung jadinya 😦

* klik untuk melihat artikel/video yg bersangktan

Written by susiloadysaputro

9 Agustus 2010 at 8:27 PM

Apa yang Salah dengan Indonesia?

with 7 comments

Apa yang salah dengan Indonesia?

Mungkin beberapa orang mulai bingung dengan keadaan Indonesia saat ini. Apa sebenarnya yang telah terjadi di Indonesia. Pemerintahan yang carut marut, kemiskinan yang tiada berujung, pengangguran dimana-mana, harga sembako yang merangkak naik, tabung gas elpiji yang menjadi bom waktu, banyak lagi..Sudah setengah abad merdeka, kemajuan yang kita alami serasa jalan merangkak. Coba kita bandingkan dengan negara lain seperti Singapura yang baru merdeka setelah Indonesia merayakan HUT kemerdekaan yang ke-18.

Bila dilihat dari keadaan geografis, jelas kita menang. Siapa yang berani menyebut kalau kita negara miskin tambang??gak ada..hasil laut melimpah, hasil bumi meruah. Belum lagi dengan 200 juta penduduknya yang bisa menjadi tempat pasar yang sangat menjanjikan. Terus apa yang kurang dari Indonesia?

Dalam hati, saya mengira ada 3 faktor yang menyebabkan Indonesia seakan enggan melangkah maju..

1. Pemerintahan yang korup.

Ini mungkin merupakan masalah yang dihadapi oleh setiap negara, tapi di Indonesia sudah keterlaluan. Budaya Korupsi telah mendarah daging, mulai dari pejabat tinggi sampai perangkat desa. Entah budaya ini dibawa oleh siapa dulunya. Apakah memang warisan dari pemerintah Hindia Belanda yang telah mengenal korupsi, atau mulai didorong pada masa pemerintahan Orde Baru. Butuh tindakan tegas untuk menumpas kejahatan nomer wahid ini, Indonesia butuh pemimpin yang berintegritas, berani bertindak walaupun kepada kerabat dan tim suksesnya. Bila perlu, Indonesia butuh diktator untuk  membawa Indonesia pada jalurnya sebagai bangsa yang besar.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

5 Agustus 2010 at 2:22 PM

DPR versus Rakyat

with 11 comments

Miris rasanya mendengar berita di tivi akhir-akhir ini. Lagi-lagi mengenai ulah anggota DPR yang sepertinya tidak bosan-bosan “mengakali duit negara”. Pasti temen-temen dengar mengenai Rumah Aspirasi kan??

Rumah Aspirasi ini diusulkan oleh beberapa anggota dewan, denger denger si Pius Lustrilanang. Rumah ini “katanya” digunakan untuk menampung aspirasi rakyat untuk nantinya disalurkan ke pemerintah oleh DPR. Waahh…itu suatu tujuan yang mulia kan sob?? tetapiii….tujuan itu bukan tampa tedeng aling-aling. Untuk mensukseskan ide itu, mereka meminta dana kepada negara sebesar 200 juta/ tahun per anggota DPR ( 560 an orangnya ). Gila ga tuh..( padahal uda ada duit komunikasi,,dipake buat apa pak?)

Bukannya DPR yang menyejahterakan rakyat, malah rakyat yang menyejahterakan DPR.

Yang bikin miris ni..dihari yang sama, di Lumajang Jawa Timur terdengar berita  seorang ibu yang mengajak 2 anaknya bunuh diri karena kemiskinan akut. Andai saja yg 200 juta tadi ditujukan untuk kesejahteraan rakyat,,mungkin tidak akan terjadi lagi kasus seperti ini.

Emang bener tulisan Bang Pong di atap gedung kura-kura. Kalau anggota DPR harus JUJUR, ADIL, TEGAS.

Written by susiloadysaputro

3 Agustus 2010 at 10:52 PM

Ditulis dalam opini

Tagged with , ,

Tips Agar Anak Rajin Belajar

with 8 comments

Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya rajin belajar,atau kakak mana yang tidak senang melihat adiknya rajin belajar. Saya kira temen-temen semua setuju kalau semua orang ingin buah hati atau adiknya rajin belajar.

Nah tapiiii….tidak semua anak akan muncul begitu saja menjadi anak yang rajin. Sering kali, faktor lingkungan menjadi faktor dominan ketimbang faktor dalam diri si anak. Lebih-lebih ni, setelah saya perhatikan, sekarang banyak banget acara televisi anak-anak yang ditayangkan pada jam-jam efektif belajar untuk anak. Banyak kan sekarang acara-acara kartun yang ditayangkan mulai sehabis maghrib sampai kira-kira jam 9 malam??padahal jam jam tersebut  merupakan jatah belajar anak.

Jika dalam tilisan Software Belajar untuk Anak ( TK & SD ) dapat membuat belajar semakin menyenangkan, dalam postingan kali ini akan dibahas sedikit tips untuk membuat anak/adik kita tambah rajin belajar yang saya dapatkan dari beberapa sumber.

Chekidot..

1. Buat si anak terbiasa mengerjakan PR.  Kalau perlu tanya setiap hari apakah  ada PR atau tidak, dan jangan segan-segan untuk menemani anak mengerjakannya. Hal ini akan melatih  keterbiasaan untuk belajar.

2. Sesekali memberikan janji kepada anak bila telah mencapai point tertentu. Misal kalau rangking di kelas aan diberi boneka,dll. Hal itu akan memotivasi anak untuk rajin bekajar dan lama kelamaan akan menjadi kebiasaan untuk si anak.

3. Ciptakan lingkungan belajar di rumah. Misal papa mama membaca koran di dekat si anak,,atau yang lain.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

29 Juli 2010 at 11:53 AM

Indonesia Bakal Pindah Ibukota

with 14 comments

Lihatkah temen-temen berita Seputar Indonesia tadi pagi?? Ada sebuah berita yang menarik mengenai wacana untuk memindahkan ibukota negara, bukan lagi di Jakarta. Memang wacana ini bukan pertama kali muncul,,pada suatu artikel bertahun 2008 pun telah ada yang  menyebutkan bahwa 10 tahun lagi ibukota harus dipindahkan. Kenapa bisa muncul wacana seperti itu?

Tidak lain tidak bukan  karena kondisi ibukota Jakarta yang kini semakin memburuk, mulai dari bencana banjir,jumlah penduduk yang melampaui batas, isu kemacetan dan keruskan lingkungan.

Teman teman yang berdomisili di Jakarta pasti telah terbiasa untuk bersahabat dengan bencana banjir yang datang setiap tahun, entah itu pada musin penghujan atau  musin kemarau. Bahkan kawasan yang dulu tidak ikut terkena bencana tahunan ini, sekarang juga tidak ketinggalan terendam, sampai-sampai Istana Negara tidak bisa mengelak dari bencana banjir ini. Bencana ini menjadi wajar bila kita sedikit menilik bahwa 40% wilayah Jakarta memang berada di bawah permukaan laut,diperparah dengan laju penurunan permukaan tanah yang mencapai 4-10 cm pertahun karena penggunaan air tanah yang tak terkendali dan banyaknya gedung-gedung beton pencakar langit. Tidak mengherankan bila bencana banjir selalu rutin melanda Jakarta.

Selain bencana banjir, jumlah penduduk Jakarta yang  terlalu banyak semakin membuat ibukota ini tidak nyaman. Dari data statistik kependudukan yang diperoleh dari www.kependudukancapil.go.id menunjukan jumlah penduduk Jakarta per April 2010 mencapai 8.5 juta jiwa, belum lagi saat siang hari bisa bertambah sekitar 4 juta jiwa dari penduduk JABODETABEK yang bekerja di Jakarta. Hal itu semakin menambah kemacetan di ibukota.

Salah satu faktor utama lain yaitu isu kemacetan ibukota. Memang kemacetan menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari bila kita sedang berada di Jakarta. Sampai saat ini,  tidak kurang dari 8 juta kendaraan bermotor  memenuhi jalanan ibukota. Berbagai upaya telah ditempuh oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah kemacetan ini, antara lain dengan membangun jalan tol baru, pengadaan busway hingga layanan transporasi sungai. Tetapi sampai saat ini hal-hal tersebut masih  kurang bisa dirasakan hasilnya. Sebagai tambahan, terdengar pula isu bahwa pada 2014 nanti Jakarta akan macet total..Waw…
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

27 Juli 2010 at 2:04 PM

Siapa Pencipta Lagu Genderang UI?? Ada yang tahu?? Fakta yang banyak terabaikan

with 4 comments

Postingan ini sebenarnya terjadi dengan tidak sengaja,.Pada awalnya saya hanya ingin men-share lirik lagu Genderang UI dan mencantumkan link downloadnya, tetapi tiba-tiba rasa penasaran muncul untuk membahas lebih dalam  lagu yang pernah dinyanyikan oleh seluruh mahasiswa UI dari generasi ke generasi ini. Sebuah  tulisan apik saya temukan di bahan diskusi facebook seorang alumni FKUI. Setelah membacanya, saya baru sadar akan pentingnya topik yang coba disampaikan dalam tulisan tersebut.  Singkat cerita, tulisan ini membahas mengenai sejarah dibuatnya lagu Genderang UI dan perubahan-perubahan yang pernah terjadi pada liriknya,,

Beginilah kutipan tulisan seorang alumni UI yang peduli terhadap salah satu peninggalan kesenian civitas akademika Universitas Indonesia :

Sekretariat Genderang UI!
Siapa mahasiswa dan alumni UI yang tidak pernah menyanyikan mars wajib ini semasa kuliah di kampus? Hampir di setiap kegiatan resmi mahasiswa dan universitas di kampus, mars Genderang UI selalu dinyanyikan dan diperdengarkan.
Tetapi pernahkah kepada mahasiswa UI diceritakan tentang sejarah pembuatan dan siapa pencipta mars yang bersemangat ini? Kebanyakan diantara kita tidak peduli dan tidak tertarik untuk mengetahui. Bahkan situs resmi UI di Internet tidak memuat informasi apapun mengenai penciptaan lagu Genderang UI ini. Mungkin kebanyakan kita merasa hal ini bukanlah hal penting karena mengetahui sejarah lagu tidaklah persoalan substansial. Tokh itu sudah merupakan masa lalu.

Nah itulah yang membuat hati saya menjadi miris. Saya teringat ketika masih kuliah di penghujung tahun 1970-an, salah seorang rekan aktivis kampus mengomentari prakarsa senat mahasiswa yang akan mengadakan pameran buku untuk memperingati hari lahirnya Bung Hatta dengan ucapan sarkastis, ”Bung Hatta memang pahlawan, pada jamannya. Tapi kini jaman kan sudah berubah.”
Saya jadi kepikiran lebih jauh. Wah, jangan-jangan persepsi bahwa bangsa ini tidak menghargai sejarah memang telah mendarah daging ke semua lini. Jangan-jangan tidak harmonisnya hubungan para pemimpin di negeri ini dengan generasi yang terdahulu juga disebabkan oleh merosotnya penghargaan terhadap para seniornya. Entahlah . . .
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

25 Juli 2010 at 7:58 PM