Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Posts Tagged ‘Indonesiaku

Indonesia dominasi turnamen Asia’s Top 50 Apps

with 3 comments

Asia’s Top Apps merupakan suatu turnamen inovasi web dan aplikasi mobile yang diselenggarakan oleh komunitas E27 asal Singapura.

Ratusan web maupun jejaring sosial dari benua kuning ini ikut dinominasikan, tidak terkecuali dari Indonesia. Beberapa situs online asal Indonesia yang ikut turnamen ini antara lain Kaskus, Koprol, Tokobagus, Tokopedia, Urbanesia,  KrazyMarket, Tuitwit, BukuQ, Gantibaju, Lewatmana, Ngaturduit, i-klan store, Kayakarya, Gamelan, Scraplr, MyBabyTree, Movreak, Newsachormac, Adadiskon, Goorme, Brosurku, eEvent, Flusr, Kulacak, MainMusik, dan Doocu. Sedangkan pemenang nominasi dilakukan dengan vote pada situs resmi E27.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

17 September 2010 at 1:48 PM

Rakyat “diserang” dari dalam dan dari luar, mau “lawan” yang mana dulu??

with 11 comments

Sekarang ini, rakyat Indonesia bagaikan sedang diserang dari dua arah, dari dalam dan dari luar. Dari luar, tantangan datang dari negeri sebelah, negeri yang katanya saudara, satu rumpun dan satu budaya, Malaysia. Dan dari dalam, tidak lain tantangan dari wakil rakyat “yang terhormat”.

Setelah mengambil Sipadan dan Ligitan, mengklaim Tari Pendet dan lagu Rasa Sayange, perlakuan buruk terhadap  TKI Indonesia, kini tetangga kita yang satu ini mulai mengusik rumah tangga kita lagi. Ya temen-temen pasti tahu, petugas patroli laut kita ditangkap tentara Malaysia di rumah kita sendiri. Lagi-lagi Malaysia mengusik kedaulatan Indonesia, lebih-lebih kejadian itu bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Sontak kecaman keras pun datang dari berbagai pihak. Tua muda, kaya miskin, baik jahat, semua rakyat Indonesia seakan dibakar emosinya, nasionalisme pun mulai timbul, rasa ingin membela bangsanya memuncak kembali. Rakyat seakan tinggal menunggu komando dari pemerintah, siap perang, siap damai dengan jaminan pemerintah mampu menyelesaikan pelecehan kedaulatan ini. Tapi sekarang, pemimpin kita seakan melempem didepan petinggi kerajaan Malaysia. Padahal, Soekarno pernah berucap, bersedia berjuang segenap tumpah darah untuk kedaulatan Indonesia, berjuang untuk tanah Indonesia walaupun hanya sejengkal.

Belum kelar masalah penangkapan itu, muncul lagi berita mengenai lagu Indonesia Raya yang diobrak-abrik dan diplesetkan. Entah siapa yang melakukannya, kita pun belum tahu. Hati rakyat kembali dirobek-robek. Bagaimana tidak, Lagu kebesaran kita, lagu yang menandakan kita merdeka dan bangsa yang berdaulat, dibuat mainan seenak “udelnya” sendiri. Untuk masalah yang satu ini, kita perlu berhati-hati, karena mungkin ini hanya kerjaannya orang iseng yang ingin mengadu domba Indonesia-Malaysia.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

3 September 2010 at 8:00 AM

Ditulis dalam opini

Tagged with , , , ,

Manajer Berani Turunkan Merah Putih pada Hari Kemerdekaan

with 13 comments

Chaidir Anwar Tanjung – detikNews
Pekanbaru – Para pedagang dan satpam di Plaza Sukaramai, Pekanbaru, nyaris memukuli manajer parkir mal tersebut. Penyebabnya, sang manajer menurunkan bendera merah putih agar tempat tiang bendera bisa dipakai parkir mobil.

Pada peringatan HUT ke-65 RI di Plaza Sukaramai, Pekanbaru, Selasa (17/8/2010), para pedagang, satpam, polisi dan camat setempat memang menggelar upacara bendera. Rencananya pada pukul 17.00 WIB, bendera akan diturunkan.

Namun ternyata, bendera sudah tidak berada di tiang yang berlokasi di depan mal, menghadap Jl Sudirman, Pekanbaru. Para pedagang dan satpam pun bertanya pada tukang parkir. Dijawab bahwa mereka diperintahkan Manajer Parkir, Yasrul Tanjung, untuk menurunkan bendera pukul 15.00 WIB.

“Alasannya tempat tiang bendera mau dipakai parkir mobil,” kata Mukhsini seorang pedagang, kepada detikcom.

Pedagang pun naik pitam dan memburu Yasrul. Mereka adu mulut dengan mengatai Yasrul tidak nasionalis. Bahkan mereka hampir memukuli Yasrul.

Yasrul pun lari terpontang-panting. Tak bisa mengejar Yasrul, para pedagang pun mengadu ke Kodim setempat.

“Laporan sudah diterima Kodim, ini bentuk penghinaan terhadap bangsa Indonesia. Manajer parkir cuma memikirkan bisnis, karena lokasi tiang bendera bisa diparkir 2 mobil,” kesal Mukhsini.

sumber : detikNews

Seberapa berharganya 2000 perak uang parkir dengan 350 tahun penantian pengibaran merah putih??

Written by susiloadysaputro

17 Agustus 2010 at 9:59 PM

Ditulis dalam Cerita & Informasi

Tagged with , ,

Aku (bukan) Benci Indonesia

with 19 comments

Aku (bukan) benci Indonesia
Aku benci orang-orang munafik yang sok berdiri diatas nama-mu
Aku (bukan) benci Indonesia
Aku benci orang yang mengusahakan kepentingannya dengan dalih mengusahakan kepentingan-mu
Aku (bukan) benci Indonesia
Aku benci orang yang mengorbankan-mu demi rumah mewahnya
Aku (bukan) benci Indonesia
Aku benci orang yang tidak memikirkan rakyat-mu tapi memikirkan makan siangnya
Aku (bukan) benci Indonesia
Aku benci orang yang menurunkan bendera-mu disaat sepantasnya ia berkibar
Aku (bukan) benci Indonesia
Aku benci orang yang memanfatkan kemerdekaan-mu untuk pencitraan dirinya.
Aku (bukan) benci Indonesia
Aku benci orang yang merusak alam-mu untuk mol-mol kapitalisme
Aku (bukan) benci Indonesia
Aku benci orang yang diam saja melihat-mu dilecehkan demi menyelamatkan reputasinya.
Aku (bukan) benci Indonesia
Aku benci orang yang tidak geram melihat sejengkal tanah-mu dicuri dengan alasan itu bukan urusanku.

Aku ingin Indonesia yang lebih baik
Ditangan orang yang baik-baik pula

Written by susiloadysaputro

17 Agustus 2010 at 9:54 PM

Ditulis dalam opini, Uncategorized

Tagged with ,

Kompetisi Esai Mahasiswa 2010

with 4 comments

Kompetisi Esai Mahasiswa 2010

Sebuah ikhtiar merawat negeri bhinneka; Tahun kedua dalam rangkaian kegiatan Kompetisi Esai Mahasiswa “MENJADI INDONESIA”.

kem10_brosur

Indonesia membutuhkan kamu.

Indonesia membutuhkan anak muda, pemilik sah masa depan, untuk mewarnai dan merawat dengan semangat bhinneka. Sebab, nasionalisme hanyalah kata-kata kosong tak bermakna jika tanpa diikuti sikap kritis, gagasan, dan juga harapan akan masa depan.

Kompetisi Esai Mahasiswa 2010 adalah sebuah ikhtiar merawat negeri yang bhinneka; Tahun kedua dalam rangkaian kegiatan Kompetisi Esai Mahasiswa “MENJADI INDONESIA”.

Kegiatan ini adalah kerja sama TEMPO Institute, Sekretariat Dewan Ketahanan Nasional, Perhimpunan Indonesia Tionghoa, didukung oleh President University, Mien R. Uno Foundation dan PLN.

Kami menantang mahasiswa, selapis tipis populasi yang beruntung menikmati pendidikan tinggi, untuk bersama menghargai pencapaian dan sekaligus menggali inisiatif membenahi centang-perenang persoalan bangsa.

TEMA: Nasionalisme Ala Gue

Subtema:

1. Budaya

Budaya adalah keseluruhan sistem sosial masyarakat. Bagaimana membangun Indonesia yang punya kebanggaan, keteguhan, tidak minder, dan malu korupsi?

2. Ekonomi – Kewirausahaan

Kewirausahaan diyakini sebagai kunci kebangkitan Indonesia. Namun, ada berbagai prasyarat yang menuntut terwujudnya kewirausahaan. Kemandirian, kejujuran, ketangguhan, kreativitas, dan juga iklim yang kondusif. Bagaimana kita bisa membangun prasyarat ini, mulai dari tingkat lokal? Bagaimana model pendidikan yang tepat untuk menumbuhkan kewirausahaan?

3. Kepemimpinan

Nilai kepemimpinan, terutama semangat melayani masyarakat, semakin tergerus. Apa yang bisa dilakukan anak muda, yang nota bene adalah pemimpin dan pemilik masa depan Indonesia, untuk menumbuhkan kepemimpinan yang solid?

4. Sosial

Indonesia negeri yang bhinneka. Namun, belakangan ini kebanggaan pada keberagaman ini mulai terkikis. Beberapa kelompok memaksakan kebenaran versi mereka sendiri. Apa yang kamu bisa lakukan untuk memupuk kebanggaan dan penghormatan pada keberagaman ini?

Jadwal

* Tenggat Pengiriman Naskah: 20 September 2010, 24.00 WIB

* Pengumuman Pemenang: 9 Oktober 2010

* Workshop untuk 20 Finalis: 25–28 Oktober 2010

Hadiah

* Juara I: Laptop + Rp 6.000.000

* Juara II: Laptop + Rp 4.000.000

* Juara III: Laptop + Rp 2.000.000

Ketiga pemenang plus 17 pengirim esai terbaik akan mendapat kesempatan mengikuti workshop kepemimpinan dan teknik menulis di Universitas President, Jakarta, bersama para tokoh Indonesia.

sumber : http://www.tempo-institute.org/index.php/program/kompetisi-esai-mahasiswa-2010/

Informasi selengkapnya, silakan berkunjung ke link sumber.

Written by susiloadysaputro

11 Agustus 2010 at 8:47 PM

Hujan Darah di India,,Fress atau Basi??

with 9 comments

Ini artikel saya buat sebagai bentuk kebingungan saya akan berita di salah satu acara Infotainment. Sekitar 1-2 hari yang lalu, saya iseng-iseng melihat berita di infotainment. Ada berita yang menarik nih,,yaitu mengenai hujan darah di India.

Saya yang penasaran mengenai hal tersebut mencoba mencari informasinya di Internet ( Coba temen-temen cari di google dengan kata kunci ” hujan darah di India ). Ternyata….dari beberapa artikel yang membahas tentang hal yang diberitakan  tersebut, artikel tersebut  bertanggalkan 7 Desember 2009*, 15 Desember 2009*,  dan dari video *(Youtube) yang ditampilkan bertanggalkan 12 Agustus 2008. Disalah satu artikel disebutkan pula bahwa kejadian itu terjadi pada Juli-September 2001.

Belum puas mendapatkan informasi tersebut, kemudian saya coba mencari berita tersebut di Kaskus (hehe,maklum bukan Kaskusers, jadi ga pernah update ) sebagai salah satu komunitas terbesar di Indonesia dan menurut saya sangat update, dan artikel serupa ditemukan bertanggal 20 Agustus 2009.*

Apakah saya yang ketinggalan informasi??

Atau memang terjadi dua kali hujan darah, dulu dan sekarang??

Kalaupun itu berita lama, kenapa baru diberitakan sekarang??

Atau infotainment tersebut sudah kekurangan berita sehingga menampilkan berita lama??

Bingung jadinya 😦

* klik untuk melihat artikel/video yg bersangktan

Written by susiloadysaputro

9 Agustus 2010 at 8:27 PM

Apa yang Salah dengan Indonesia?

with 7 comments

Apa yang salah dengan Indonesia?

Mungkin beberapa orang mulai bingung dengan keadaan Indonesia saat ini. Apa sebenarnya yang telah terjadi di Indonesia. Pemerintahan yang carut marut, kemiskinan yang tiada berujung, pengangguran dimana-mana, harga sembako yang merangkak naik, tabung gas elpiji yang menjadi bom waktu, banyak lagi..Sudah setengah abad merdeka, kemajuan yang kita alami serasa jalan merangkak. Coba kita bandingkan dengan negara lain seperti Singapura yang baru merdeka setelah Indonesia merayakan HUT kemerdekaan yang ke-18.

Bila dilihat dari keadaan geografis, jelas kita menang. Siapa yang berani menyebut kalau kita negara miskin tambang??gak ada..hasil laut melimpah, hasil bumi meruah. Belum lagi dengan 200 juta penduduknya yang bisa menjadi tempat pasar yang sangat menjanjikan. Terus apa yang kurang dari Indonesia?

Dalam hati, saya mengira ada 3 faktor yang menyebabkan Indonesia seakan enggan melangkah maju..

1. Pemerintahan yang korup.

Ini mungkin merupakan masalah yang dihadapi oleh setiap negara, tapi di Indonesia sudah keterlaluan. Budaya Korupsi telah mendarah daging, mulai dari pejabat tinggi sampai perangkat desa. Entah budaya ini dibawa oleh siapa dulunya. Apakah memang warisan dari pemerintah Hindia Belanda yang telah mengenal korupsi, atau mulai didorong pada masa pemerintahan Orde Baru. Butuh tindakan tegas untuk menumpas kejahatan nomer wahid ini, Indonesia butuh pemimpin yang berintegritas, berani bertindak walaupun kepada kerabat dan tim suksesnya. Bila perlu, Indonesia butuh diktator untuk  membawa Indonesia pada jalurnya sebagai bangsa yang besar.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

5 Agustus 2010 at 2:22 PM