Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Posts Tagged ‘lingkungan

Konsep Sepeda Masa Depan dari Apple

with 6 comments

VIVAnews – Apple kembali mendapatkan paten. Tidak untuk perangkat komputer, multimedia ataupun komunikasi, paten yang didapat kali ini adalah untuk konsep sepeda masa depan.

Aplikasi paten tersebut, yang diterbitkan oleh US Patent & Trademark Office pada 5 Agustus lalu menunjukkan ‘Smart Bike’ yang merupakan konsep sepeda berteknologi tinggi ala Apple. Paten ini diajukan pada kuartal pertama 2009.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

17 September 2010 at 2:03 PM

UI Bangun Gedung Vokasi

with 12 comments

Mahasiswa vokasi Universitas Indonesia (UI) di tahun 2013 tidak lagi perlu menumpang kuliah di fakultasnya, karena mereka akan memiliki gedung perkuliahan sendiri yang berlokasi di sekitar Kukusan Kelurahan (Kukel). Untuk menandai pembangunan gedung tersebut, maka pada Senin (09/08) dilakukan pemancangan tiang pertama gedung vokasi yang dilakukan Rektor UI, Prof. Dr. der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri. Acara dihadiri Walikota Depok, Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, M.Sc, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Muhammad Anis M.Met, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerjasama Industri, Sunardji, SE, MM, Sekretaris Universitas, Prof. Dr. I Ketut Surajaya M.A, Ketua Vokasi UI, Dr. Muhammad Hikam dan Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Prof. Dr. Johny Wahyuadi Mudaryoto Soedarsono.

Gedung perkuliahan vokasi direncanakan terdiri dari enam lantai dan mampu menampung sekitar 9900 mahasiswa, 240 staf pengajar dan 110 karyawan dengan total luas keseluruhan bangunan mencapai 32.000 meter persegi dari empat hektar luas area yang dimiliki. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pembangunan Gedung Vokasi,Prof. Dr. Ir. Emirhadi Suganda M.Sc., ketika memberikan laporan di hadapan Rektor UI. Menurut Emir proses pembangunan gedung vokasi akan melalui tiga tahap, yaitu di tahun 2010 akan dibangun area seluas 1,3 hektar dengan luas bangunan mencapai 12.500 meter persegi. Tahap pembangunan yang kedua dilaksanakan pada 2012 dengan membangun 3 gedung yang memiliki area seluas 9500 meter persegi dan terakhir di tahun 2013 akan dibangun 4 gedung dengan luas 10.400 meter persegi. Gedung vokasi direncanakan memiliki tiga jenis bangunan yaitu gedung perkuliahan yang terdiri dari enam lantai, gedung administrasi dan laboratorium yang juga terdiri dari enam lantai serta gedung pusat bisnis. Proses pembangunan gedung ini telah dimulai dengan diselenggarakan sayembara design gedung vokasi yang berlangsung pertengahan 2009.Realrich Sjarief, ST. MUDD. IAI terpilih sebagai pemenang sayembara desain gedung vokasi. Arsitek Institut Teknologi Bandung (ITB) yang lulus pada 2005 ini

merasa bangga bisa terpilih dan menyisihkan sekitar 100 peserta lainnya. Ditemui di sela-sela kegiatan pemancangan tiang pertama gedung vokasi, Realrich mengungkapkan bahwa ia berusaha memikirkan desain gedung perkuliahan yang sesuai trend bahkan hingga 30 tahun yang akan datang. Ia prediksikan di masa yang akan datang, arsitektur lebih cenderung mengikuti tren yang ramah terhadap lingkungan. Masih menurut Realrich ,gaya arsitektur yang murah, rasional dan moderat diprediksikan akan menjadi primadona di waktu mendatang. “Oleh sebab itu saya mendesain gedung vokasi dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki dengan menghubungkan titik-titik terbaik yang ada di vokasi UI,” ujarnya. Ini akan berdampak kepada desain yang berorientasi pada manusia. Di akhir pembicaraan, Realrich berharap desain yang telah ia buat bisa terealisasi sesuai dengan fungsi utamanya sebagai gedung perkuliahan.

Indonesia masih membutuhkan lulusan program vokasi. Hal tersebut diungkapkan Gumilar selaku Rektor UI, ketika memberikan sambutan. Dalam kesempatan itu ia juga membantah isu yang mengatakan UI menghapuskan program vokasi (D3) karena ingin menjadi universitas riset. “Itu sama sekali tidak benar,” bantah Gumilar. Menurutnya UI memang akan memisahkan program vokasi dari fakultas lalu menggabungkannya dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan membentukUI College. “Sehingga pihak fakultas bisa berkonsentrasi untuk menjadi universitas riset,” tutur mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) ini. Gumilar pun berharap lulusan vokasi UI dapat menjadi lulusan bermutu yang siap bersaing di dunia kerja. Harapan yang sama juga dilontarkan oleh Nur Mahmudi Ismail selaku Walikota Depok. Ia berharap vokasi UI dapat menyediakan sumber daya manusia yang siap pakai dan dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja.

*Semoga sehijau desain gedungnya..

sumber : www.ui.ac.id

Written by susiloadysaputro

27 Agustus 2010 at 10:35 AM

Ditulis dalam Cerita & Informasi

Tagged with , , , ,

Anak 12 Tahun Mengguncang Sidang PBB

with 9 comments

Artikel ini saya ambil dari comstand.wordpress.com yang menurut saya mempunyai pesan moral yang sangat mulia. Semoga artikel ini bisa menyadarkan kita akan isu lingkungan yang coba penulis sampaikan. Judul asli artikel ini sebenarnya “Pidato Anak Kecil yang Mengguncang Sidang PBB” yang ditulis oleh Selvi Adelia pada 30 April 2010.

Artikel ini saya kopi dengan sedikit mengubah tampilan artikel yaitu penebalan pada teks pidato yang ada pada artikel ini. Semoga bermanfaat 🙂

Pidato anak kecil yang mengguncang sidang PBB

oleh Selvi Adelia pada 30 April 2010 jam 21:24

mungkin ada yg sudah baca,,,,,,,

Pidato anak kecil yang mengguncang sidang PBB
November 4, 2009 — tiftazani
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak” yg mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah” lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang” terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation)
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

16 Agustus 2010 at 11:51 AM

Kota-kota yang Diusulkan Jadi Ibukota

with 6 comments

Ada Palangkaraya, Banjarmasin, Pontianak, Jonggol, Karawang, dan?

VIVAnews – Wacana pemindahan Ibukota atau pusat pemerintahan berkembang di setiap masa pemerintahan. Sejak era Presiden Soekarno, Soeharto sampai terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, wacana ini terus berkembang tanpa pernah direalisasikan.

Dalam buku berjudul ‘Soekarno & Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya’ karya Wijanarka disebutkan, dua kali Bung Karno mengunjungi Palangkaraya, Kalimantan Tengah — untuk melihat langsung potensi kota itu menjadi pusat pemerintahan.

Wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kota Palangkaraya juga pernah diungkapkan Presiden pertama RI Soekarno. Saat meresmikan Palangkaraya sebagai ibu kota Provinsi Kalteng pada 1957, Soekarno ingin merancang menjadi ibu kota negara.

Palangkaraya, kota yang pernah diidamkan Bung Karno sebagai ibu kota, memiliki luas mencapai 2.678,51 km persegi. Bandingkan dengan luas Jakarya  yang 661,52 km persegi. Selain  itu, tak ada gunung api di sana. Palangkaraya juga jauh dari potensi gempa.

Sementara Teguh Juwarno, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, kepada VIVAnews menyatakan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, lebih cocok. Menurut politisi Partai Amanat Nasional itu, Banjarmasin lebih berada di tengah dan lebih siap infrastrukturnya dibanding Palangkaraya.

Namun kemarin, Rabu 28 Juli 2010, anggota Komisi II dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Aria Bima, menyatakan Pontianak sebagai pilihannya. “Saya sih berharap pindah ke Pontianak,” kata Bima. “Letak Pontianak itu kan pas tengah dan pusatnya Indonesia. Saya kira yang seperti sentral Jakarta dan pakubuminya, ya di Pontianak itu,” kata Aria Bima.

Namun Yayat Supriyatna, planolog dari Universitas Trisakti, Jakarta, tak setuju dengan model pemindahan ibukota. Yayat lebih mendukung model redistribusi. Beberapa instansi pemerintahan dipindahkan dari Jakarta. “Misalnya ke Jonggol, Karawang, Kalimantan,” katanya kepada VIVAnews, kemarin. Dengan begitu, kata Yayat, biaya bisa ditekan dan tujuan meredistribusi pembangunan juga tercapai.

Bagaimana dengan Anda?

• VIVAnews

Ya bagaimana dengan Anda??

Isu mengenai kepindahan ibukota sepertinya mulai diseriusi oleh kalangan atas. Banyak pula tanggapan-tanggapan positif dari pakar tata kota yang mendukung wacana ini. Sampai-sampai Menkeu siap mengucurkan berapapun dana yang dibutuhkan untuk memindahkan ibukota.

“Kalau memang dari pemerintah dimintakan, Menteri Keuangan berapa pun tentu akan menyiapkan,” katanya. ( Menkeu Agus DW Martowardojo )

sumber : politik.vivanews.com

Written by susiloadysaputro

30 Juli 2010 at 8:05 PM

Indonesia Bakal Pindah Ibukota

with 14 comments

Lihatkah temen-temen berita Seputar Indonesia tadi pagi?? Ada sebuah berita yang menarik mengenai wacana untuk memindahkan ibukota negara, bukan lagi di Jakarta. Memang wacana ini bukan pertama kali muncul,,pada suatu artikel bertahun 2008 pun telah ada yang  menyebutkan bahwa 10 tahun lagi ibukota harus dipindahkan. Kenapa bisa muncul wacana seperti itu?

Tidak lain tidak bukan  karena kondisi ibukota Jakarta yang kini semakin memburuk, mulai dari bencana banjir,jumlah penduduk yang melampaui batas, isu kemacetan dan keruskan lingkungan.

Teman teman yang berdomisili di Jakarta pasti telah terbiasa untuk bersahabat dengan bencana banjir yang datang setiap tahun, entah itu pada musin penghujan atau  musin kemarau. Bahkan kawasan yang dulu tidak ikut terkena bencana tahunan ini, sekarang juga tidak ketinggalan terendam, sampai-sampai Istana Negara tidak bisa mengelak dari bencana banjir ini. Bencana ini menjadi wajar bila kita sedikit menilik bahwa 40% wilayah Jakarta memang berada di bawah permukaan laut,diperparah dengan laju penurunan permukaan tanah yang mencapai 4-10 cm pertahun karena penggunaan air tanah yang tak terkendali dan banyaknya gedung-gedung beton pencakar langit. Tidak mengherankan bila bencana banjir selalu rutin melanda Jakarta.

Selain bencana banjir, jumlah penduduk Jakarta yang  terlalu banyak semakin membuat ibukota ini tidak nyaman. Dari data statistik kependudukan yang diperoleh dari www.kependudukancapil.go.id menunjukan jumlah penduduk Jakarta per April 2010 mencapai 8.5 juta jiwa, belum lagi saat siang hari bisa bertambah sekitar 4 juta jiwa dari penduduk JABODETABEK yang bekerja di Jakarta. Hal itu semakin menambah kemacetan di ibukota.

Salah satu faktor utama lain yaitu isu kemacetan ibukota. Memang kemacetan menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari bila kita sedang berada di Jakarta. Sampai saat ini,  tidak kurang dari 8 juta kendaraan bermotor  memenuhi jalanan ibukota. Berbagai upaya telah ditempuh oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah kemacetan ini, antara lain dengan membangun jalan tol baru, pengadaan busway hingga layanan transporasi sungai. Tetapi sampai saat ini hal-hal tersebut masih  kurang bisa dirasakan hasilnya. Sebagai tambahan, terdengar pula isu bahwa pada 2014 nanti Jakarta akan macet total..Waw…
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

27 Juli 2010 at 2:04 PM

Baturraden Juara I Sapta Pesona Tingkat Provinsi

with 6 comments

Masyarakat Banyumas patut berbangga. Lokawisata Baturraden, obyek wisata alam kebanggaan masyarakat Banyumas mendapat peringkat pertama pada Lomba Penerapan Sapta Pesona Tingkat Provinsi Jawa Tengah untuk Kategori Wisata Alam Tahun 2009, mengungguli Kabupaten Karanganyar dengan obyek wisata Curug Sodokoro di urutan kedua, dan Kota Tegal dengan obyek wisata Pantai Indah Tegal di urutan ketiga. Trofi dan uang pembinaan sebesar Rp. 3.660.000,- diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Baturraden, Sudarto, S.Sos, M.Si. pada hari Kamis(8/10) yang lalu di Semarang. Saat dihubungi usai melaporkan prestasi ini kepada Bupati, Sudarto mengungkapkan bahwa prestasi ini diraih berkat kerjasama yang baik antara seluruh karyawan Lokawisata Baturraden, jajaran Dinbudpar Kabupaten Banyumas, para Pemangku Kepentingan (stakeholders) dan para pengguna wisata.

Proses penilaian yang meliputi aspek-aspek Sapta Pesona yaitu: keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramah-tamahan dan ketenangan ini dilakukan secara tiba-tiba dan dalam waktu yang sangat singkat. Untuk mempercantik pemandangan di sekitar Lokawisata Baturraden, pihak pengelola berencana merubah wajah Baturraden, yang semula identik dengan warna hijau akan semakin indah dan asri dengan munculnya corak warna-warna lain. Untuk itu akan dilakukan penanaman bunga warna-warni secara massal. Penanaman telah mulai dilakukan sebelum lebaran tahun ini, dan saat ini telah ditanam 1.500 batang euforbia. Selain euforbia, bunga-bunga yang akan ditanam juga berasal dari jenis-jenis dan varietas-varietas lokal. Tidak hanya itu, sebagaimana saran Bupati Mardjoko, beberapa jenis pohon/tanaman keras yang berbunga warna-warni juga dipastikan akan turut memperindah pemandangan Baturraden.(banyumaskab.go.id)

*/ Siapa yang ingin berlibur ke Banyumas????/*

Sumber : inyonge.com

Written by susiloadysaputro

30 Juni 2010 at 4:08 PM

Ditulis dalam Cerita & Informasi

Tagged with , , , ,

Pandangan Islam dalam Penanggulangan Sampah

leave a comment »

Permasalahan sampah di Jakarta bukan merupakan hal yang baru. Permasalahan yang telah menahun ini seperti tidak ada habisnya di kota terpadat di Indonesia ini. Dibalik perspektif modern yang gagal menanggulangi masalah pelik ini, Islam mempunyai pandangan sendiri dalam upaya penanggulangan sampah Jakarta.

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad, dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah SAW bersabda, “Jika makanan salah satu kalian jatuh maka hendaklah diambil dan disingkirkan kotoran yang melekat padanya, kemudian hendaknya dimakan dan jangan dibiarkan untuk setan.” Dalam riwayat yang lain dinyatakan, “sesungguhnya setan bersama kalian dalam segala keadaan, sampai-sampai setan bersama kalian pada saat makan. Oleh karena itu, jika makanan kalian jatuh ke lantai maka kotorannya hendaknya dibersihkan kemudian di makan dan jangan dibiarkan untuk setan. Jika sudah selesai makan maka hendaknya jari jemari dijilati karena tidak diketahui di bagian manakah makanan tersebut terdapat berkah.”

Hadits Rasulullah di atas menunjukkan kepada kita betapa ajaran Islam begitu sempurna, syamil dan mutakamil. Islam tidak hanya berbicara tentang ketuhanan, ekonomi, politik, militer (jihad), ibadah mahdhah (ritual), tetapi pada perkara yang kelihatannya cukup sederhanapun tidak pernah luput dari perhatian Rasulullah, sang pengemban risalah Islam.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

18 Mei 2010 at 11:43 PM

Belajar Dari Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Potensi Hutan Indonesia

with 6 comments

Indonesia merupakan negara terbesar ketiga yang mempunyai hutan tropis terluas di dunia dan menduduki peringkat pertama di Asia Pasifik. Luas hutan hujan tropis Indonesia diperkirakan seluas 1,148,400-an kilometer persegi yang mempunyai kekayaan hayati yang begitu besar, mulai dari tambang, flora dan faunanya. Khusus dari hasil hutannya, hutan tropis Indonesia mempunyai kurang lebih 400 spesies dipterocarp yang merupakan jenis kayu komersial paling berharga di Asia Tenggara.

Melihat potensi yang begitu besar dari hasil hutan Indonesia, tidak salah apabila pemerintah menjadikan sektor kehutanan menjadi salah satu sumber devisa negara yang utama untuk menunjang pertumbuhan ekonomi bangsa. Tetapi dalam praktiknya, dorongan untuk melakukan pertumbuhan ekonomi secara signifikan dengan memanfaatkan potensi hutan tidak diimbangi dengan upaya pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan. Terjadilah eksploitasi besar-besaran terhadap potensi hutan Indonesia. Hutan lindung/konservasi yang sewajarnya menjadi kawasan konservasi dan pemeliharaan lingkungan-pun tidak bisa menghindar dari arogansi investor-investor modal yang ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Kawasan hutan lindung di Indonesia kini telah mencapai titik rawan, banyak diantaranya telah menjadi kawasan eksploitasi, antara lain hutan lindung Pulau Gag-Papua yang sudah resmi menjadi lokasi proyek PT Gag Nickel/BHP, Taman Nasional Meru Betiri di Jember Jawa Timur oleh PT Jember Metal, Banyuwangi Mineral dan PT Hakman, Tahura Poboya-Paneki oleh PT Citra Palu Mineral/Rio Tinto, Palu (Sulteng), Taman Nasional Kerinci Sebelat oleh PT. Barisan Tropikal Mining dan Sari Agrindo Andalas, hutan lindung Meratus – Kalimantan Selatan oleh PT. Pelsart Resources NL dan Placer Dome, Taman Nasional Lore Lindu – Sulawesi tengah oleh PT. Mandar Uli Minerals/Rio Tinto, dan masih banyak lagi. Sebagai dampaknya, terjadi kerusakan lingkungan dan penurunan mutu ekosistem hutan. Tidak kurang 2 juta ha SDA Indonesia hancur setiap tahunnya. Bencana terjadi hampir di setiap daerah, mulai dari banjir, tanah longsor dan penurunan kualitas tanah yang korbannya tidak lain adalah masyarakat lokal setempat. Ironisnya, masyarakat lokal yang telah memanfaatkan hasil hutan untuk menggantungkan hidupnya dan telah berlangsung selama beratus-ratus tahun tidak menerima hak mereka atas eksploitasi yang dilakukan. Masyarakat setempat yang mempunyai hak atas “hutan adat” lambat laun tersingkir dari pemanfaatan hasil hutan dan terjadi pemiskinan warga lokal. Sebagai contoh, seperti apa yang terjadi di Sumbawa, 62 % keluarga sekitar tambang Newmont Nusa Tenggara terdata sebagai penerima BLT. Hal itu tentunya sebuah ironi karena pemanfaatan potensi tambang tidak diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Oleh karena itu, sudah tidak mengherankan lagi apabila pemerintah, investor, dan masyarakat setempat sering terlibat konflik kepentingan di daerah eksploitasi seperti apa yang terjadi di kawasan Freeport.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

8 April 2010 at 9:51 AM