Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Posts Tagged ‘opini

Tercabiknya Kepastian Hukum dan Keadilan Bagi Rakyat : Perubahan Dari Civil Law Menjadi Common Law

with one comment

Permasalahan kepastian hukum dan keadilan rakyat memang menjadi masalah pelik yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Tentu kita masih ingat beberapa kasus yang telah mencabik-cabik hati masyarakat Indonesia karena telah menghianati nilai-nilai keadilan. Tengok saja kasus Artalyta Suryani seorang pengusaha wanita yang mendapatkan fasilitas mewah di “kamar hotel” lembaga pemasyarakatan, atau kasus Gayus Tambunan yang bebas plesir ke Bali bahkan luar negeri padahal sedang dalam masa tahanan. Sementara itu jauh di pelosok Indonesia, seorang nenek terpaksa dihukum dan masuk persidangan tanpa pengacara karena hal yang sangat sederhana dan murah, mencuri 3 buah kakao. Atau nasib para narapidana kere yang berdesakan berebut tempat berbaring karena over capacity dari lembaga pemasyarakatan. Perkara keadilan hukum di Indonesia memang masih tebang pilih, berpihak pada masyarakat atas dan kadang menjadi musuh bagi masyarakat bawah. Perlu adanya perubahan disemua lini aparat penegak hukum demi tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by susiloadysaputro

18 Juli 2012 at 3:29 PM

Cara Menjaga Gairah Menulis

with 2 comments

Temen-temen blogger,,

Berapa bulan ini saya gak keluarin satu tulisan pun. Rasanya semangat menulis mulai menghilang..Tolong bantu dooong…

Gimana ya caranya biar tetep semangat menulis??

 

Written by susiloadysaputro

3 Februari 2011 at 2:32 AM

Ditulis dalam motivasi, opini

Tagged with , ,

Hanya Iseng Semata

with 5 comments

Wow..akhir-akhir ini acara berita di tivi sibuk membahas masalah penggodokan RUU Keistimewaan Yogyakarta. Pagi tadi juga dibahas hal ini pada acara Atas Nama Rakyat yang ditayangkan di TVone. Sejujurnya saya orang yang gak tau sejarah dan ilmu hukum, jadi kalo mau mengkritisi secara ilmiah, ya ngawur itu namanya, tapi saya cuma nulis apa yang saya pikirkan sebagai orang awam.

Tadi pada acara tersebut, Mendagri sangat kekeh kalo pemerintah menginginkan gubernur Yogyakarta diangkat dengan pemilihan bukan penetapan yang selama ini berlaku. Tapi kita tau sendiri kan kalau kecaman banyak dari datang dari warga Ngayogyakarta Hadiningrat, sejarawan dan beberapa fraksi di DPR.

Dan muncul tadi pernyataan bahwa sebenarnya masalah ini pernah dibahas DPR periode sebelumnya dan hampir selesai, tapi periode baru ini malah pemerintah mengajukan “masalah” yang sama dan dibahas lagi tanpa melihat pembahasan yang sebelumnya. Trus yang dulu buat apa dong??hihi, aneh juga..

Ada lagi yang saya sedikit nyengir ndengernya, bahwa pemilihan tetep diajukan pemerintah, dan Mendagri memberikan contoh kondisi kalau nanti calonnya cuma satu yaitu Sultan, yauda Sultan yang jadi. Waduh, lha ya uda jelas walaupun nantinya ada pemilihan gubernur, masa iya abdi Ngayogyakarta Hadiningrat gak bakal milih Sultannya. Jadi buat apa juga sebenarnya ada pemilihan, namanya juga istimewa. Malahan kalo ada pemilihan, bisa jadi ladang tu buat nilep duit rakyat oleh beberapa oknum to??(hihihi, suudzon bgt!!)

Ni artikel ngawur dan tanpa dasar, cuma iseng-iseng nulis aja(jadi jangan dianggap serius ya..walaupun masalahnya serius,hahaha). Masing-masing orang pasti punya pendapat dan bebas berpendapat.

Written by susiloadysaputro

14 Desember 2010 at 3:13 AM

Ditulis dalam opini

Tagged with , , ,

Rakyat “diserang” dari dalam dan dari luar, mau “lawan” yang mana dulu??

with 11 comments

Sekarang ini, rakyat Indonesia bagaikan sedang diserang dari dua arah, dari dalam dan dari luar. Dari luar, tantangan datang dari negeri sebelah, negeri yang katanya saudara, satu rumpun dan satu budaya, Malaysia. Dan dari dalam, tidak lain tantangan dari wakil rakyat “yang terhormat”.

Setelah mengambil Sipadan dan Ligitan, mengklaim Tari Pendet dan lagu Rasa Sayange, perlakuan buruk terhadap  TKI Indonesia, kini tetangga kita yang satu ini mulai mengusik rumah tangga kita lagi. Ya temen-temen pasti tahu, petugas patroli laut kita ditangkap tentara Malaysia di rumah kita sendiri. Lagi-lagi Malaysia mengusik kedaulatan Indonesia, lebih-lebih kejadian itu bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Sontak kecaman keras pun datang dari berbagai pihak. Tua muda, kaya miskin, baik jahat, semua rakyat Indonesia seakan dibakar emosinya, nasionalisme pun mulai timbul, rasa ingin membela bangsanya memuncak kembali. Rakyat seakan tinggal menunggu komando dari pemerintah, siap perang, siap damai dengan jaminan pemerintah mampu menyelesaikan pelecehan kedaulatan ini. Tapi sekarang, pemimpin kita seakan melempem didepan petinggi kerajaan Malaysia. Padahal, Soekarno pernah berucap, bersedia berjuang segenap tumpah darah untuk kedaulatan Indonesia, berjuang untuk tanah Indonesia walaupun hanya sejengkal.

Belum kelar masalah penangkapan itu, muncul lagi berita mengenai lagu Indonesia Raya yang diobrak-abrik dan diplesetkan. Entah siapa yang melakukannya, kita pun belum tahu. Hati rakyat kembali dirobek-robek. Bagaimana tidak, Lagu kebesaran kita, lagu yang menandakan kita merdeka dan bangsa yang berdaulat, dibuat mainan seenak “udelnya” sendiri. Untuk masalah yang satu ini, kita perlu berhati-hati, karena mungkin ini hanya kerjaannya orang iseng yang ingin mengadu domba Indonesia-Malaysia.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

3 September 2010 at 8:00 AM

Ditulis dalam opini

Tagged with , , , ,

Anak 12 Tahun Mengguncang Sidang PBB

with 9 comments

Artikel ini saya ambil dari comstand.wordpress.com yang menurut saya mempunyai pesan moral yang sangat mulia. Semoga artikel ini bisa menyadarkan kita akan isu lingkungan yang coba penulis sampaikan. Judul asli artikel ini sebenarnya “Pidato Anak Kecil yang Mengguncang Sidang PBB” yang ditulis oleh Selvi Adelia pada 30 April 2010.

Artikel ini saya kopi dengan sedikit mengubah tampilan artikel yaitu penebalan pada teks pidato yang ada pada artikel ini. Semoga bermanfaat 🙂

Pidato anak kecil yang mengguncang sidang PBB

oleh Selvi Adelia pada 30 April 2010 jam 21:24

mungkin ada yg sudah baca,,,,,,,

Pidato anak kecil yang mengguncang sidang PBB
November 4, 2009 — tiftazani
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak” yg mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah” lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang” terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation)
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

16 Agustus 2010 at 11:51 AM

DPR versus Rakyat

with 11 comments

Miris rasanya mendengar berita di tivi akhir-akhir ini. Lagi-lagi mengenai ulah anggota DPR yang sepertinya tidak bosan-bosan “mengakali duit negara”. Pasti temen-temen dengar mengenai Rumah Aspirasi kan??

Rumah Aspirasi ini diusulkan oleh beberapa anggota dewan, denger denger si Pius Lustrilanang. Rumah ini “katanya” digunakan untuk menampung aspirasi rakyat untuk nantinya disalurkan ke pemerintah oleh DPR. Waahh…itu suatu tujuan yang mulia kan sob?? tetapiii….tujuan itu bukan tampa tedeng aling-aling. Untuk mensukseskan ide itu, mereka meminta dana kepada negara sebesar 200 juta/ tahun per anggota DPR ( 560 an orangnya ). Gila ga tuh..( padahal uda ada duit komunikasi,,dipake buat apa pak?)

Bukannya DPR yang menyejahterakan rakyat, malah rakyat yang menyejahterakan DPR.

Yang bikin miris ni..dihari yang sama, di Lumajang Jawa Timur terdengar berita  seorang ibu yang mengajak 2 anaknya bunuh diri karena kemiskinan akut. Andai saja yg 200 juta tadi ditujukan untuk kesejahteraan rakyat,,mungkin tidak akan terjadi lagi kasus seperti ini.

Emang bener tulisan Bang Pong di atap gedung kura-kura. Kalau anggota DPR harus JUJUR, ADIL, TEGAS.

Written by susiloadysaputro

3 Agustus 2010 at 10:52 PM

Ditulis dalam opini

Tagged with , ,

Kota-kota yang Diusulkan Jadi Ibukota

with 6 comments

Ada Palangkaraya, Banjarmasin, Pontianak, Jonggol, Karawang, dan?

VIVAnews – Wacana pemindahan Ibukota atau pusat pemerintahan berkembang di setiap masa pemerintahan. Sejak era Presiden Soekarno, Soeharto sampai terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, wacana ini terus berkembang tanpa pernah direalisasikan.

Dalam buku berjudul ‘Soekarno & Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya’ karya Wijanarka disebutkan, dua kali Bung Karno mengunjungi Palangkaraya, Kalimantan Tengah — untuk melihat langsung potensi kota itu menjadi pusat pemerintahan.

Wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kota Palangkaraya juga pernah diungkapkan Presiden pertama RI Soekarno. Saat meresmikan Palangkaraya sebagai ibu kota Provinsi Kalteng pada 1957, Soekarno ingin merancang menjadi ibu kota negara.

Palangkaraya, kota yang pernah diidamkan Bung Karno sebagai ibu kota, memiliki luas mencapai 2.678,51 km persegi. Bandingkan dengan luas Jakarya  yang 661,52 km persegi. Selain  itu, tak ada gunung api di sana. Palangkaraya juga jauh dari potensi gempa.

Sementara Teguh Juwarno, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, kepada VIVAnews menyatakan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, lebih cocok. Menurut politisi Partai Amanat Nasional itu, Banjarmasin lebih berada di tengah dan lebih siap infrastrukturnya dibanding Palangkaraya.

Namun kemarin, Rabu 28 Juli 2010, anggota Komisi II dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Aria Bima, menyatakan Pontianak sebagai pilihannya. “Saya sih berharap pindah ke Pontianak,” kata Bima. “Letak Pontianak itu kan pas tengah dan pusatnya Indonesia. Saya kira yang seperti sentral Jakarta dan pakubuminya, ya di Pontianak itu,” kata Aria Bima.

Namun Yayat Supriyatna, planolog dari Universitas Trisakti, Jakarta, tak setuju dengan model pemindahan ibukota. Yayat lebih mendukung model redistribusi. Beberapa instansi pemerintahan dipindahkan dari Jakarta. “Misalnya ke Jonggol, Karawang, Kalimantan,” katanya kepada VIVAnews, kemarin. Dengan begitu, kata Yayat, biaya bisa ditekan dan tujuan meredistribusi pembangunan juga tercapai.

Bagaimana dengan Anda?

• VIVAnews

Ya bagaimana dengan Anda??

Isu mengenai kepindahan ibukota sepertinya mulai diseriusi oleh kalangan atas. Banyak pula tanggapan-tanggapan positif dari pakar tata kota yang mendukung wacana ini. Sampai-sampai Menkeu siap mengucurkan berapapun dana yang dibutuhkan untuk memindahkan ibukota.

“Kalau memang dari pemerintah dimintakan, Menteri Keuangan berapa pun tentu akan menyiapkan,” katanya. ( Menkeu Agus DW Martowardojo )

sumber : politik.vivanews.com

Written by susiloadysaputro

30 Juli 2010 at 8:05 PM