Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Posts Tagged ‘UI

Universitas Indonesia, Green Campus yang Belum Green dan Kampus Rakyat yang Belum Merakyat

leave a comment »

Pembangunan  driving range atau area berlatih untuk pegolf pemula dan lapangan berkuda di wilayah kampus UI memang beberapa hari ini santer diberitakan. Pro dan kontra pun muncul seiring dengan pembangunan fasilitas “tidak wajar” ini yang terkesan mengorbankan area hijau hutan kampus UI. Pro dan kontra ini tidak hanya muncul dikalangan civitas academica UI namun juga muncul dari luar warga kampus bahkan hingga forum umum di salah satu website surat kabar elektronik taraf nasional. Salah satu pembaca mengatakan jika lapangan golf ini urgensinya tidak signifikan bila dibangun di area kampus, namun pembaca yang lain berujar bahwa sebagai kampus bertaraf internasional pembangunan fasilitas ini menjadi sesuatu yang sangat wajar. Pembangunan lapangan golf di wilayah kampus UI harus memenuhi nilai-nilai etik baik etik terhadap lingkungan maupun warga kampus.
Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by susiloadysaputro

2 Oktober 2012 at 4:22 PM

Tips Jitu Masuk UI

with 3 comments

diambil dari ayomasukui.com

Written by susiloadysaputro

11 Desember 2010 at 6:34 PM

Masuk UI? Siapa Takut ?!

leave a comment »

Sekitar dua setengah tahun yang lalu, seorang anak lulusan SMA ternama di sebuah kota memberanikan dirinya pergi ke sebuah kota besar yang sama sekali belum pernah dijamahnya, dimana ia tidak punya kerabat disana. Hanya karena suatu alasan, karena namanya dinyatakan lulus ujian seleksi perguruan tinggi oleh sebuah media massa terkenal di kotanya. Ya, berbekal uang seratus ribu rupiah saja, pemberian ibunya, dan seratus ribu lagi yang diberikan oleh teman-temannya di SMA yang mengantar keberangkatannya, ia pun berangkat menuju ibukota, Jakarta. Entah kenapa, ia punya keyakinan kuat dapat bertahan hidup disana, walaupun ia yakin ia tidak akan pernah mendapat kiriman sepeserpun setiap bulan dari rumah, karena ia hanya seorang anak yatim dan tidak mau membebani ibunya yang sudah renta dan sakit-sakitan. Dengan suatu keyakinan terhadap apa yang pernah didengarnya dari salah seorang seniornya, “UI adalah universitas dengan seleksi  intelektual bukan seleksi finansial..” Dan luarbiasa, dengan kesungguhan itu, ia dapat melenggang ke UI dengan uang semester dan uang pangkal nol rupiah, mendapatkan beasiswa, dan beberapa pekerjaan yang dapat menopang hidupnya hingga sekarang. Sekarang, ia pun kembali berjuang keras bersama rekan-rekan yang memiliki kepedulian yang sama untuk membantu adik-adik mahasiswa baru yang senasib dengan dirinya dahulu.

 

Itulah salah satu kisah nyata seorang anak yang memiliki tekad untuk mengubah hidupnya, bertaruh untuk mengubah nasib keluarganya. Ya, kisah – kisah seperti ini bukanlah salah satu atau salah dua saja di UI namun banyak ! Mulai dari yang bapaknya petani, tukang jahit, sopir, atau yatim piatu sekalipun. Kisah-kisah ini adalah suatu pembuktian bahwa menuntut ilmu di perguruan tinggi bukanlah mimpi bagi mahasiswa yang tidak berada ! Karena semua hanya berawal dari sebuah tekad dan konsistensi untuk terus berjuang hingga kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

22 November 2010 at 2:28 PM

UI Bangun Gedung Vokasi

with 12 comments

Mahasiswa vokasi Universitas Indonesia (UI) di tahun 2013 tidak lagi perlu menumpang kuliah di fakultasnya, karena mereka akan memiliki gedung perkuliahan sendiri yang berlokasi di sekitar Kukusan Kelurahan (Kukel). Untuk menandai pembangunan gedung tersebut, maka pada Senin (09/08) dilakukan pemancangan tiang pertama gedung vokasi yang dilakukan Rektor UI, Prof. Dr. der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri. Acara dihadiri Walikota Depok, Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, M.Sc, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Muhammad Anis M.Met, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerjasama Industri, Sunardji, SE, MM, Sekretaris Universitas, Prof. Dr. I Ketut Surajaya M.A, Ketua Vokasi UI, Dr. Muhammad Hikam dan Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Prof. Dr. Johny Wahyuadi Mudaryoto Soedarsono.

Gedung perkuliahan vokasi direncanakan terdiri dari enam lantai dan mampu menampung sekitar 9900 mahasiswa, 240 staf pengajar dan 110 karyawan dengan total luas keseluruhan bangunan mencapai 32.000 meter persegi dari empat hektar luas area yang dimiliki. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pembangunan Gedung Vokasi,Prof. Dr. Ir. Emirhadi Suganda M.Sc., ketika memberikan laporan di hadapan Rektor UI. Menurut Emir proses pembangunan gedung vokasi akan melalui tiga tahap, yaitu di tahun 2010 akan dibangun area seluas 1,3 hektar dengan luas bangunan mencapai 12.500 meter persegi. Tahap pembangunan yang kedua dilaksanakan pada 2012 dengan membangun 3 gedung yang memiliki area seluas 9500 meter persegi dan terakhir di tahun 2013 akan dibangun 4 gedung dengan luas 10.400 meter persegi. Gedung vokasi direncanakan memiliki tiga jenis bangunan yaitu gedung perkuliahan yang terdiri dari enam lantai, gedung administrasi dan laboratorium yang juga terdiri dari enam lantai serta gedung pusat bisnis. Proses pembangunan gedung ini telah dimulai dengan diselenggarakan sayembara design gedung vokasi yang berlangsung pertengahan 2009.Realrich Sjarief, ST. MUDD. IAI terpilih sebagai pemenang sayembara desain gedung vokasi. Arsitek Institut Teknologi Bandung (ITB) yang lulus pada 2005 ini

merasa bangga bisa terpilih dan menyisihkan sekitar 100 peserta lainnya. Ditemui di sela-sela kegiatan pemancangan tiang pertama gedung vokasi, Realrich mengungkapkan bahwa ia berusaha memikirkan desain gedung perkuliahan yang sesuai trend bahkan hingga 30 tahun yang akan datang. Ia prediksikan di masa yang akan datang, arsitektur lebih cenderung mengikuti tren yang ramah terhadap lingkungan. Masih menurut Realrich ,gaya arsitektur yang murah, rasional dan moderat diprediksikan akan menjadi primadona di waktu mendatang. “Oleh sebab itu saya mendesain gedung vokasi dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki dengan menghubungkan titik-titik terbaik yang ada di vokasi UI,” ujarnya. Ini akan berdampak kepada desain yang berorientasi pada manusia. Di akhir pembicaraan, Realrich berharap desain yang telah ia buat bisa terealisasi sesuai dengan fungsi utamanya sebagai gedung perkuliahan.

Indonesia masih membutuhkan lulusan program vokasi. Hal tersebut diungkapkan Gumilar selaku Rektor UI, ketika memberikan sambutan. Dalam kesempatan itu ia juga membantah isu yang mengatakan UI menghapuskan program vokasi (D3) karena ingin menjadi universitas riset. “Itu sama sekali tidak benar,” bantah Gumilar. Menurutnya UI memang akan memisahkan program vokasi dari fakultas lalu menggabungkannya dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan membentukUI College. “Sehingga pihak fakultas bisa berkonsentrasi untuk menjadi universitas riset,” tutur mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) ini. Gumilar pun berharap lulusan vokasi UI dapat menjadi lulusan bermutu yang siap bersaing di dunia kerja. Harapan yang sama juga dilontarkan oleh Nur Mahmudi Ismail selaku Walikota Depok. Ia berharap vokasi UI dapat menyediakan sumber daya manusia yang siap pakai dan dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja.

*Semoga sehijau desain gedungnya..

sumber : www.ui.ac.id

Written by susiloadysaputro

27 Agustus 2010 at 10:35 AM

Ditulis dalam Cerita & Informasi

Tagged with , , , ,

Pengumuman Beasiswa Bidik Misi Universitas Indonesia

with 17 comments

Universitas Indonesia mengucapkan selamat kepada penerima beasiswa BIDIK MISI 2010 di Universitas Indonesia. Perlu diketahui bahwa dibutuhkan proses yang cukup panjang dalam memutuskan para penerima beasiswa BIDIK MISI 2010. Hal ini dikarenakan adanya lintas koordinasi tingkat nasional yang melibatkan Universitas Indonesia, Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan Nasional RI, serta lebih dari 100 Perguruan Tinggi se-Indonesia Penyelenggara Program Beasiswa BIDIK MISI.

Sebagai penerima beasiswa BIDIK MISI perlu memperhatikan hak dan kewajiban penerima beasiswa. Rincian atas hak dan kewajiban penerima beasiswa akan disampaikan secara tertulis pada Perjanjian Beasiswa. Salah satu kewajiban yang perlu diketahui sebagai penerima beasiswa adalah bahwa penerima beasiswa bukan merupakan perokok aktif. Hal ini merupakan bentuk usaha Universitas Indonesia sebagai Green Campus University. Penandatanganan Perjanjian Beasiswa akan dilakukan kemudian. Informasi mengenai waktu penandatanganan beasiswa akan disampaikan melalui Manajer Kemahasiswaan masing-masing fakultas.

Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa beasiswa ini tidak berlaku jika penerima beasiswa pindah jurusan/fakultas di Universitas Indonesia dengan mendaftar kembali di Universitas Indonesia pada kesempatan berikutnya. Selain itu beasiswa ini juga tidak berlaku jika penerima beasiswa keluar atau dinyatakan Drop Out dari Universitas Indonesia.

Dalam hal pencairan dana beasiswa diperlukan proses antara Universitas Indonesia dengan Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan Nasional RI. Untuk itu dimohon kesabaran bagi penerima beasiswa atas hal tersebut. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan kemudian melalui Manajer Kemahasiswaan masing-masing fakultas. Bagi penerima beasiswa BIDIK MISI jika menemui kesulitan atas pembiayaan Biaya Pendidikan mohon agar senantiasa berkomunikasi dengan Manajer Kemahasiswaan masing-masing Fakultas.

Terima kasih

Download Penerima Bidik Misi 2010

penerima-beasiswa-bidik-misi-2010.pdf

sumber : mahasiswa.ui.ac.id

Written by susiloadysaputro

22 Agustus 2010 at 10:26 PM

Siapa Pencipta Lagu Genderang UI?? Ada yang tahu?? Fakta yang banyak terabaikan

with 4 comments

Postingan ini sebenarnya terjadi dengan tidak sengaja,.Pada awalnya saya hanya ingin men-share lirik lagu Genderang UI dan mencantumkan link downloadnya, tetapi tiba-tiba rasa penasaran muncul untuk membahas lebih dalam  lagu yang pernah dinyanyikan oleh seluruh mahasiswa UI dari generasi ke generasi ini. Sebuah  tulisan apik saya temukan di bahan diskusi facebook seorang alumni FKUI. Setelah membacanya, saya baru sadar akan pentingnya topik yang coba disampaikan dalam tulisan tersebut.  Singkat cerita, tulisan ini membahas mengenai sejarah dibuatnya lagu Genderang UI dan perubahan-perubahan yang pernah terjadi pada liriknya,,

Beginilah kutipan tulisan seorang alumni UI yang peduli terhadap salah satu peninggalan kesenian civitas akademika Universitas Indonesia :

Sekretariat Genderang UI!
Siapa mahasiswa dan alumni UI yang tidak pernah menyanyikan mars wajib ini semasa kuliah di kampus? Hampir di setiap kegiatan resmi mahasiswa dan universitas di kampus, mars Genderang UI selalu dinyanyikan dan diperdengarkan.
Tetapi pernahkah kepada mahasiswa UI diceritakan tentang sejarah pembuatan dan siapa pencipta mars yang bersemangat ini? Kebanyakan diantara kita tidak peduli dan tidak tertarik untuk mengetahui. Bahkan situs resmi UI di Internet tidak memuat informasi apapun mengenai penciptaan lagu Genderang UI ini. Mungkin kebanyakan kita merasa hal ini bukanlah hal penting karena mengetahui sejarah lagu tidaklah persoalan substansial. Tokh itu sudah merupakan masa lalu.

Nah itulah yang membuat hati saya menjadi miris. Saya teringat ketika masih kuliah di penghujung tahun 1970-an, salah seorang rekan aktivis kampus mengomentari prakarsa senat mahasiswa yang akan mengadakan pameran buku untuk memperingati hari lahirnya Bung Hatta dengan ucapan sarkastis, ”Bung Hatta memang pahlawan, pada jamannya. Tapi kini jaman kan sudah berubah.”
Saya jadi kepikiran lebih jauh. Wah, jangan-jangan persepsi bahwa bangsa ini tidak menghargai sejarah memang telah mendarah daging ke semua lini. Jangan-jangan tidak harmonisnya hubungan para pemimpin di negeri ini dengan generasi yang terdahulu juga disebabkan oleh merosotnya penghargaan terhadap para seniornya. Entahlah . . .
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

25 Juli 2010 at 7:58 PM

Pengumuman Beasiswa Bidik Misi untuk Mahasiswa Baru UI Tahun 2010

with 4 comments

Pimpinan Universitas Indonesia mengucapkan selamat kepada Anda yang telah mendapatkan beasiswa Bidik Misi. Beasiswa ini merupakan bukti komitmen pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi- Kementerian Pendidikan Nasional untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi semua kalangan.

Beasiswa ini akan mencakup:

– Biaya Operasional Pendidikan sebesar Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah) per semester

– Biaya hidup sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu) per bulan

Beasiswa tidak mencakup Uang Pangkal, DPP, dan DKFM.

Dana BOP akan dibayarkan langsung ke Rekening Biaya Pendidikan Universitas Indonesia. Bagi mahasiswa yang telah melakukan pembayaran BOP, apabila dana beasiswa telah cair akan dilakukan pengembalian.

Penyaluran dana biaya hidup dilakukan melalui UI kepada penerima beasiswa ke rekening mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UI. Dalam waktu dekat, mahasiswa akan diminta no rekening di bank-bank tertentu yang bekerjasama dengan UI. Masih ada beberapa proses yang harus dilalui sampai dana beasiswa dapat disalurkan sesuai dengan ketentuan. Update informasi mengenai hal tersebut akan disampaikan melalui fakultas masing-masing.

Daftar nama berikut merupakan penerima Beasiswa BIDIK MISI untuk tahap 1. Penerima BIDIK MISI tahap 2 akan kami umumkan paling cepat tanggal 14 Juni 2010 melalui situs: http://www.ui.ac.id atau http://www.penerimaan.ui.ac.id. Hal tersebut dikarenakan kami harus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional.

Terima kasih.

Daftar nama penerima beasiswa BIDIK MISI 2010 untuk tahap 1 [.pdf]

sumber : www.ui.ac.id

Written by susiloadysaputro

23 Juni 2010 at 11:14 AM