Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Pengukuran Radiated Emission

leave a comment »

Tujuan dari pengukuran emisi radiasi elektromagnetik adalah untuk memastikan pemenuhan aturan dan standar yang telah disepakati. Ada 4 teknik pengukuran radiated emission, yaitu :

1. Open-Area Test Site (OATS)

Teknik OATS digunakan pada kondisi dataran yang rata, tanpa adanya penghalang seperti gedung, dll. OATS mempunyai sebuag ground screen yang bertindak sebagai permukaan reflektif yang terstandarisasi, sebuah meja putar dan tiang pengukuran. Divais diletakan pada meja putar, dan pengukuran dilakukan pada jarak tertentu ( 3m, 10m, atau 30m). Tinggi dari antena penerima ditentukan oleh tiang dimana ketinggian antena berkisar antara 1 hingga 4 m. Emisi maksimum terekam sebagai rotasi meja putar, ketinggian tiang, dan orientasi DUT kabel yang berubah. OATS tidak di desain untuk pengukuran pra-pemenuhan standar, sehingga mempunyai banyak kekurangan apabila digunakan untuk tujuan ini.

2. Semi-Anechoic Chamber (SAC)

SAC adalah fasilitas pengukuran indoor radiated emission. SAC merupakan sebuah alat pengukuran alternatif untuk menyediakan data yang sesuai dengan persyaratan NSA (Normal Site Attenuation). Data radiated emission yang diambil SAC yang memenuhi persyaratan tersebut dapat dikorelasikan dengan data radiated emission yang diambil dengan menggunakan teknik OATS. SAC harus mempunyai material absorber pada bagian atas, bawah, dan sepanjang DUT, serta dibelakang antenna pengukuran.10m_inside

Keuntungan dari SAC adalah kemampuan untuk memvariasilan konfigurasi DUT kabel untuk mengukur emisi maksimum. Kerugian SAC terletak pada ukuran da biayanya yang besar.

3. Gigahertz Transverse Electromagnetic (GTEM) Cell

GTEM cell merupakan hybrid antara anechoic chamber dan TEM cell. Prosedur pengukuran radiated emission menggunakan GTEM Cell adalah sebagai berikut:

  1. Tempatkan produk/divais pada platform
  2. Ketika divais beroperasi, ukur tegangan terminal dari GTEM Cell
  3. Mengulangi prosedur diatas ketika divais diputar secara tegak lurus (ortogonal)
  4. Mengulangi prosedur pada rotasi ortogonal yang ketiga.

4. Mode Stirred Chamber (MSC)

MSC mempunyai peralatan atau konstruksi yang hampir sama dengan SAC. Tidak seperti GTEM cell yang mendukung propagasi TEM, MSC didesain sebagai rongga resonan. MSC juga dapat digunakan untuk mengukur perbedaan radiated emission dari sebuah DUT ketika terjadi perubahan pada DUT. Selain itu daya radiasi total dari DUT juga dapat diukur dengan menggunakan MSC. Perbedaan dengan GTEM cell terletak pada energi yang dibawa oleh mode non-TEM juga ikut diukur masuk dalam pengukuran radiated power total yang diukur oleh MSC. Ada perbedaan radiated emision yang diukur dengan menggunakan MSC dan yang diukur menggunakan OATS.

File sumber monggo di download untuk bahan bacanđŸ™‚ radiation emission

Written by susiloadysaputro

6 Desember 2012 pada 5:48 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: