Anak Banyumas' Blog

Jangan tanyakan apa yang bisa kita dapat,tapi tanyakan apa yang bisa kita beri

Archive for the ‘opini’ Category

kerja dulu atau langsung lanjut kuliah?

with 3 comments

“Mau kerja dulu atau langsung lanjut kuliah?”, pertanyaan seperti itu mungkin akan banyak didengar mahasiswa semester akhir kaya saya ini. Memang menjelang selesai kuliah (aamiiin ^^), kami yang notabene bukan lagi anak ABG mulai menggalau lagi, bukan masalah cinta tapi karena memikirkan masa depan, hehe. YA MASA DEPAN. Bagian ini akan menjadi tonggak awal goresan tinta emas masa depan kami semua, hehehe, lebay.

Setiap pribadi pasti akan memiliki pandangan dan pilihan yang berbeda-beda. Sampai saat ini pun saya belum menemukan jawaban yang pas dan mantap bila diberi pertanyaan itu. Salah satu dari keduanya memang harus dipilih, apalagi bagi mahasiswa yang hendak melanjutkan studi ke luar negeri.

Untuk saya pribadi kadang berpikir untuk langsung melanjutkan kuliah, mumpung masih muda, dan orang tua pun meng-amini dengan “mumpung masih bisa membiayai”, walaupun dalam hal ini saya hanya akan melanjutkan kuliah dengan mencari beasiswa. Kapan lagi punya cukup waktu untuk sekolah?? Kapan lagi punya waktu untuk menimba ilmu di negeri orang?? Apalagi saya hanyalah calon sarjana teknik yang sudah jutaan banyaknya dan tidak ada jaminan mendapat pekerjaan.
Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by susiloadysaputro

10 Februari 2013 at 7:37 AM

Ditulis dalam opini

Tagged with , ,

Universitas Indonesia, Green Campus yang Belum Green dan Kampus Rakyat yang Belum Merakyat

leave a comment »

Pembangunan  driving range atau area berlatih untuk pegolf pemula dan lapangan berkuda di wilayah kampus UI memang beberapa hari ini santer diberitakan. Pro dan kontra pun muncul seiring dengan pembangunan fasilitas “tidak wajar” ini yang terkesan mengorbankan area hijau hutan kampus UI. Pro dan kontra ini tidak hanya muncul dikalangan civitas academica UI namun juga muncul dari luar warga kampus bahkan hingga forum umum di salah satu website surat kabar elektronik taraf nasional. Salah satu pembaca mengatakan jika lapangan golf ini urgensinya tidak signifikan bila dibangun di area kampus, namun pembaca yang lain berujar bahwa sebagai kampus bertaraf internasional pembangunan fasilitas ini menjadi sesuatu yang sangat wajar. Pembangunan lapangan golf di wilayah kampus UI harus memenuhi nilai-nilai etik baik etik terhadap lingkungan maupun warga kampus.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

2 Oktober 2012 at 4:22 PM

Meninjau Ulang Cita-Cita Reformasi 1998

leave a comment »

Kita tentunya masih ingat dengan peristiwa jatuhnya rezim presiden Soeharto pada tahun 1998 yang dikenal dengan reformasi. Kini 14 tahun sudah (1998-2012) reformasi berjalan, namun masih banyak kalangan yang menilai reformasi masih jauh dari harapan dan telah terjadi penyimpangan dari cita-cita adanya perubahan dan perbaikan mendasar di Indonesia. Hal senada juga dikemukakan oleh Drs Syarif Makhya M.Si seorang pengamat politik dari Universitas Lampung. Masalah yang banyak mendapatkan sorotan adalah makin maraknya tindak korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di era reformasi ini.

Reformasi dianggap belum berhasil

Reformasi 1998 berhasil menjatuhkan pemerintahan rezim Soeharto, tetapi belum berhasil membangun tatanan demokrasi baru yang ideal. Saat ini bangsa Indonesia justru terjerat oleh berbagai masalah serius, KKN yang terus merebak, penegakan hukum yang lemah, dan sistem ketatanegaraan yang masih carut marut. Sejumlah kasus pada akhir era Orde Baru seperti kerusuhan Mei 1998, serta kasus Trisakti dan Semanggi I-II hingga saat ini belum tertuntaskan. Saat ini masyarakat disibukkan dengan kasus korupsi, penyalahgunaan wewenang yang justru dilakukan oleh tokoh-tokoh politik yang dulu gencar menyuarakan reformasi yang anti-KKN.

”Saya heran dengan kondisi saat ini. Dahulu, Orde Baru dikoreksi oleh era reformasi karena ditengarai melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Namun, sejumlah tokoh reformasi yang sekarang berkuasa justru terlihat makin serakah terhadap kekuasaan dan korupsi,” ujar Effendy Choirie, anggota Komisi I DPR.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

30 September 2012 at 6:58 PM

Tercabiknya Kepastian Hukum dan Keadilan Bagi Rakyat : Perubahan Dari Civil Law Menjadi Common Law

with one comment

Permasalahan kepastian hukum dan keadilan rakyat memang menjadi masalah pelik yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Tentu kita masih ingat beberapa kasus yang telah mencabik-cabik hati masyarakat Indonesia karena telah menghianati nilai-nilai keadilan. Tengok saja kasus Artalyta Suryani seorang pengusaha wanita yang mendapatkan fasilitas mewah di “kamar hotel” lembaga pemasyarakatan, atau kasus Gayus Tambunan yang bebas plesir ke Bali bahkan luar negeri padahal sedang dalam masa tahanan. Sementara itu jauh di pelosok Indonesia, seorang nenek terpaksa dihukum dan masuk persidangan tanpa pengacara karena hal yang sangat sederhana dan murah, mencuri 3 buah kakao. Atau nasib para narapidana kere yang berdesakan berebut tempat berbaring karena over capacity dari lembaga pemasyarakatan. Perkara keadilan hukum di Indonesia memang masih tebang pilih, berpihak pada masyarakat atas dan kadang menjadi musuh bagi masyarakat bawah. Perlu adanya perubahan disemua lini aparat penegak hukum demi tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

18 Juli 2012 at 3:29 PM

Cara Menjaga Gairah Menulis

with 2 comments

Temen-temen blogger,,

Berapa bulan ini saya gak keluarin satu tulisan pun. Rasanya semangat menulis mulai menghilang..Tolong bantu dooong…

Gimana ya caranya biar tetep semangat menulis??

 

Written by susiloadysaputro

3 Februari 2011 at 2:32 AM

Ditulis dalam motivasi, opini

Tagged with , ,

Hanya Iseng Semata

with 5 comments

Wow..akhir-akhir ini acara berita di tivi sibuk membahas masalah penggodokan RUU Keistimewaan Yogyakarta. Pagi tadi juga dibahas hal ini pada acara Atas Nama Rakyat yang ditayangkan di TVone. Sejujurnya saya orang yang gak tau sejarah dan ilmu hukum, jadi kalo mau mengkritisi secara ilmiah, ya ngawur itu namanya, tapi saya cuma nulis apa yang saya pikirkan sebagai orang awam.

Tadi pada acara tersebut, Mendagri sangat kekeh kalo pemerintah menginginkan gubernur Yogyakarta diangkat dengan pemilihan bukan penetapan yang selama ini berlaku. Tapi kita tau sendiri kan kalau kecaman banyak dari datang dari warga Ngayogyakarta Hadiningrat, sejarawan dan beberapa fraksi di DPR.

Dan muncul tadi pernyataan bahwa sebenarnya masalah ini pernah dibahas DPR periode sebelumnya dan hampir selesai, tapi periode baru ini malah pemerintah mengajukan “masalah” yang sama dan dibahas lagi tanpa melihat pembahasan yang sebelumnya. Trus yang dulu buat apa dong??hihi, aneh juga..

Ada lagi yang saya sedikit nyengir ndengernya, bahwa pemilihan tetep diajukan pemerintah, dan Mendagri memberikan contoh kondisi kalau nanti calonnya cuma satu yaitu Sultan, yauda Sultan yang jadi. Waduh, lha ya uda jelas walaupun nantinya ada pemilihan gubernur, masa iya abdi Ngayogyakarta Hadiningrat gak bakal milih Sultannya. Jadi buat apa juga sebenarnya ada pemilihan, namanya juga istimewa. Malahan kalo ada pemilihan, bisa jadi ladang tu buat nilep duit rakyat oleh beberapa oknum to??(hihihi, suudzon bgt!!)

Ni artikel ngawur dan tanpa dasar, cuma iseng-iseng nulis aja(jadi jangan dianggap serius ya..walaupun masalahnya serius,hahaha). Masing-masing orang pasti punya pendapat dan bebas berpendapat.

Written by susiloadysaputro

14 Desember 2010 at 3:13 AM

Ditulis dalam opini

Tagged with , , ,

Rakyat “diserang” dari dalam dan dari luar, mau “lawan” yang mana dulu??

with 11 comments

Sekarang ini, rakyat Indonesia bagaikan sedang diserang dari dua arah, dari dalam dan dari luar. Dari luar, tantangan datang dari negeri sebelah, negeri yang katanya saudara, satu rumpun dan satu budaya, Malaysia. Dan dari dalam, tidak lain tantangan dari wakil rakyat “yang terhormat”.

Setelah mengambil Sipadan dan Ligitan, mengklaim Tari Pendet dan lagu Rasa Sayange, perlakuan buruk terhadap  TKI Indonesia, kini tetangga kita yang satu ini mulai mengusik rumah tangga kita lagi. Ya temen-temen pasti tahu, petugas patroli laut kita ditangkap tentara Malaysia di rumah kita sendiri. Lagi-lagi Malaysia mengusik kedaulatan Indonesia, lebih-lebih kejadian itu bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Sontak kecaman keras pun datang dari berbagai pihak. Tua muda, kaya miskin, baik jahat, semua rakyat Indonesia seakan dibakar emosinya, nasionalisme pun mulai timbul, rasa ingin membela bangsanya memuncak kembali. Rakyat seakan tinggal menunggu komando dari pemerintah, siap perang, siap damai dengan jaminan pemerintah mampu menyelesaikan pelecehan kedaulatan ini. Tapi sekarang, pemimpin kita seakan melempem didepan petinggi kerajaan Malaysia. Padahal, Soekarno pernah berucap, bersedia berjuang segenap tumpah darah untuk kedaulatan Indonesia, berjuang untuk tanah Indonesia walaupun hanya sejengkal.

Belum kelar masalah penangkapan itu, muncul lagi berita mengenai lagu Indonesia Raya yang diobrak-abrik dan diplesetkan. Entah siapa yang melakukannya, kita pun belum tahu. Hati rakyat kembali dirobek-robek. Bagaimana tidak, Lagu kebesaran kita, lagu yang menandakan kita merdeka dan bangsa yang berdaulat, dibuat mainan seenak “udelnya” sendiri. Untuk masalah yang satu ini, kita perlu berhati-hati, karena mungkin ini hanya kerjaannya orang iseng yang ingin mengadu domba Indonesia-Malaysia.
Baca entri selengkapnya »

Written by susiloadysaputro

3 September 2010 at 8:00 AM

Ditulis dalam opini

Tagged with , , , ,